Jadi Orang Terkaya di Asia, Jack Ma Menyesal Mendirikan Perusahaan Ali Baba, Ternyata Ini Alasannya

Jack Ma merupakan satu di antara orang terkaya di dunia. Dia merupakan pendiri Alibaba Grup, serta pernah menjadi bos di perusahaan tersebut.

Jadi Orang Terkaya di Asia, Jack Ma Menyesal Mendirikan Perusahaan Ali Baba, Ternyata Ini Alasannya
Terkini.id
Jack Ma, Chairman Alibaba Group 

Menurut sang juru bicara, sebagaimana dirangkum KompasTekno (Grup TribunJatim.com) dari South China Morning Post, Minggu (9/9/2018) lalu, dalam masa transisi itu, Ma akan tetap menjabat sebagai pucuk pimpinan di Alibaba sekaligus merumuskan perencanaan.

Sebelumnya, Ma memang pernah mengungkapkan rencana untuk mengalihkan kemudi Alibaba ke para eksekutif muda di perusahaan.

Baca: Jarang Muncul di TV, Evi Masamba Kedapatan Lagi Mencuci Piring Pakai Baju Panggung

“Saya bangga dengan Alibaba yang kini memiliki struktur, budaya perusahaan, pengaturan, dan sistem memupuk talenta yang memungkinkan saya untuk mundur tanpa menyebabkan disrupsi,” kata Ma dalam sebuah wawancara.

Ma sendiri adalah salah satu orang terkaya di dunia dengan jumlah harta mencapai kisaran 40 miliar dollar AS, menurut Bloomberg Billionaire Index.

Perusahaan Alibaba yang didirkannya memulai bisnis dengan modal 60.000 dollar AS, dan kini telah bernilai 420 milliar dollar AS.

Kendati demikian, Alibaba adalah salah satu dari hanya sedikit perusahaan di Asia yang memisahkan struktur korporat dan operasional hariannya dari sang pendiri.

Ma pun agaknya tak segan memercayakan “anaknya” itu ke nakhoda baru.

“Semua orang yang mengenal saya akan tahu bahwa saya orang yang menyongsong masa depan. Ini bukan soal pensiun, mundur, atau kabur. Ini adalah rencana sistematik,” ujar Ma.

Apa yang akan dilakukan Ma setelah benar-benar pensiun nanti?

Dia mengungkapkan dari dulu berminat terhadap dunia pendidikan dan ingin menjadi guru.

“Ini (mengajar) adalah sesuatu yang saya pikir bisa saya lakukan dengan jauh lebih baik ketimbang menjadi CEO Alibaba,” imbuhnya.

Penyesalan Jack Ma

Satu kutipan mengejutkan dari Jack Ma adalah ia menyesali telah mendirikan Alibaba pada 1999.

Menurut Jack Ma, setelah Alibaba tumbuh jadi perusahaan raksasa, ia harus bertanggungjawab mengendalikan perusahaan yang menghidupi 86 ribu karyawan.

"Aku hanya ingin mendirikan perusahaan kecil dan tidak tumbuh segitu besarnya, mendapat beban tanggungjawab sebegitu besar, dan menghadapi banyak masalah," kata dia seperti dilansir TribunJatim.com dari Tribunnews, Selasa (11/9/2018).

"Setiap hari aku sibuk seperti presiden, tapi aku tak punya kekuatan. Kehidupanku terampas," kata Jack Ma di sebuah forum di Rusia, Juni 2016.

"Bila aku bisa mengulang hidupku, aku tak akan pernah menjalankan bisnis seperti ini. Aku ingin menjadi diriku sendiri, aku ingin menikmati hidup," kata Jack Ma.

Menurut Jack Ma, momen paling indah dalam hidupnya adalah ketika ia hidup miskin sebagai guru dengan gaji hanya sebesar Rp 196 ribu per bulan.

Ingin mati di pantai

Dilansir South China Morning Post, Jack Ma mengatakan betapa ia menyesali kehidupan yang justru sudah membuatnya kaya raya.

Jack ma sebenarnya sudah lengser menjadi CEO, dan ia kini berposisi sebagai komisaris eksekutif.

Tapi, hal itu belum juga membuatnya lepas dari kesibukan.

"Ketika aku pensiun sebagai CEO, aku yakin akan punya waktu main golf lebih banyak,"

"Tapi nyatanya, Ya Tuhanku, aku menghabiskan 870 jam hanya untuk terbang tahun lalu, dan tahun ini makin menjadi, seribu jam," kata Jack Ma, pada 2017, dikutip Tribunnews (Grup TribunJatim) dari South China Morning Post.

"Intinya, aku tak mau mati di kantor. Aku mau mati di pantai," ujar Jack Ma.

Mesk tak lagi mengendalikan langsung Alibaba, Jack Ma tetap punya kesibukan luar biasa, terutama menghadiri sejumlah undangan konferensi dan forum ekonomi dan teknologi.

Pada Januari, sebuah video menunjukkan Jack Ma yang kekelahan ketika menghadiri sebuah forum.

Saat itu, ia ternyata baru menghadiri 3 acara sekaligus, yang hanya terpaut dalam hitungan jam saja.(*)

Editor: zulkodri
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved