Pak Eko Curhat Tak Bisa Masuk ke Rumah, Aksesnya Dikepung Bangunan Milik Tetangga

Rumah tersebut tak ada akses jalan keluar masuk. Ke rumah itu ditutup oleh bangunan rumah tetangganya dari kiri, kanan, depan, dan belakang.

Pak Eko Curhat Tak Bisa Masuk ke Rumah, Aksesnya Dikepung Bangunan Milik Tetangga
Rumah Pak Eko yang dikepung rumah tetangga 

minus jalana ditutup pertama di indonesia bukan hoax asli ieu mah diujungberung bdg," tulis Eko Purnomo di akun FB Riko Purnama Purnama.

unggahan Eko Purnomo atau Riko Purnomo Purnomo
unggahan Eko Purnomo atau Riko Purnomo Purnomo (Facebook)

Unggahan tersebut pun menuai 164 Komentar, 2300 dibagikan dan 1100 reaksi.

Akan tetapi, menurut pantauan TribunnewsBogor.com dari kolom komentar, tak ada yang menyinggung soal penawaran harga tersebut.

Kebanyakan warganet mengomentari kasihan kepada Eko Purnomo yang rumahnya diblokade.

Lanjut, di unggahan berikutnya, Eko Purnomo juga meminta agar keadaan rumahnya yang dikepung ini bisa diviralkan di media sosial.

Kemudian, di unggahan berikutnya, Eko Purnomo menyebut rumanya ini adalah deritanya, bukan surganya.

Pada awal unggahannya, Eko Purnomo menyebutkan nama-nama asma Allah.

Lalu, ia pun menyebutkan nama orang tuanya.

"Ya alloh ya rohmand dan ya rohim ya rozak,ya fatah ya arhama rohim

demi baktiku kepada ibu ibu ibu almarhumah demi ayah yg jauh dari kasih sayang anak anak nya.

doa dan dzikir telah didengar tetesan keringat dan air mata menjadi buah keihklasan semoga bahagia ibu dan semoga tercapai ke inginanmu ayah

RUMAHKU DERITAKU RUMAHKU BUKAN SURGAKU," tulis Riko Purnama Purnama, 13 jam yang lalu.

Saat ditemui Tribun Jabar, Eko Purnomo mengaku sebelumnya ia sempat tinggal bersama istrinya di rumah itu pada 2008 ketika masih ada akses jalan.

Namun pada 2016 ada warga yang membeli tanah tepat di depan dan samping rumahnya.

"Di tahun yang sama, di samping rumah saya juga ada yang beli, dan kedua pemilik rumah itu berbarengan membangun rumahnya," ujar Eko Purnomo (37) saat ditemui di rumah kontrakannya di Kampung Ciporea, Kelurahaan Pasanggrahan, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Senin (10/9/2018).

e
Eko Purnomo (37) memperlihatkan surat sertifikat tanahnya dan surat berita acara pengukuran dari BNP saat ditemui Tribun Jabar dirumah kontrakannya di Kampung Ciporea, Kelurahaan Pasanggraha, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Senin (10/9/2018). TRIBUN JABAR/SYARIF PULLOH ANWARI

Eko mengaku sempat bernegosiasi dengan pemilik tanah yang di depan rumahnya untuk membeli sebagian tanahnya seharga Rp 10 juta, namun pemilik tanah tersebut tidak mau memberikan.

Pada 2017, Eko memperjuangkan tanah dan rumahnya itu ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bandung.

Pihak BPN merespon dan mengeluarkan Surat Berita Acara Pengukuran, dan hasilnya rumah Eko harus diberi akses jalan.

Eko pun hingga kini masih memperjuangkan rumahnya terkepung oleh tetangganya itu tapi di sisi lain banyak warga yang tidak mau membeli rumahnya.

Ia berharap kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan kasus tanah ini.

 
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved