Socotra, Pulau Misterius di Bumi yang Punya Pohon Mengeluarkan 'Darah Naga'

Banyak mitos dan legenda bermunculan untuk menjelaskan pemandangan dunia lain dan beragam tanaman dan hewan yang nampak

Socotra, Pulau Misterius di Bumi yang Punya Pohon Mengeluarkan 'Darah Naga'
thevintagenews

BANGKAPOS.COM--Sebuah pulau kecil yang terletak di Laut Arab, Timur Tengah, menyuguhkan pemandangan yang membuat kita seolah-olah berada di dunia lain.

Tempat itu dijuluki 'tempat terasing di Bumi'.

Banyak mitos dan legenda bermunculan untuk menjelaskan pemandangan dunia lain dan beragam tanaman dan hewan yang nampak seperti alien.

Di tengah pantai merah-merah dan bukit pasir putih kristal, 800 spesies yang berbeda, beberapa di antaranya berusia lebih dari 20 juta tahun.

Pulau ini sekarang disebut sebagai Socotra, yang berarti 'Pulau Malcolm' dalam bahasa Sansekerta kuno.

Tumbuhan-tumbuhan di sana berkembang dalam lingkungan yang gersang di bawah kondisi ekstrim.

Beberapa tanaman memiliki bentuk yang aneh akibat menyesuaikan dengan kondisi alam yang kering dan panas.

Lokasi Socotra
thevintagenews
Lokasi Socotra

Salah satunya tanaman Dragon's Blood Tree dari Socotra yang telah memunculkan sejumlah legenda dan mitos.

Menurut salah satu dari banyak legenda, Sang Pencipta membuat dunia baru di tengah samudra biru yang besar dan membuat bentuk-bentuk kehidupan yang menarik di dalamnya.

Tapi, yang paling aneh dari mereka semua adalah naga. Naga adalah makhluk aneh dan kuat yang tumbuh elegan.

Suatu saat, naga itu memakan dan menghancurkan semua hal di pulau itu.

Hal itu membuatnya diubah menjadi pohon dan membuat naga menderita.

Setiap kali kulit pohon ini dipotong, naga itu berdarah kesakitan. Namun, itu hanyalah legenda.

Pohon itu berbentuk jamur yang aneh, terlihat seperti sistem akar terbalik dengan daun hijau yang padat tumbuh di atas.

Pohon itu mengeluarkan getah merah tebal, yang kebanyakan orang menyebutnya sebagai darah naga.

Tanaman tersebut dapat tumbuh dengan tinggi 4 hingga 6 meter.

Tanaman ini ditemukan pertama kali pada tahun 1835 oleh Letnan Wellsted yang tertarik pada tampilan pohon yang tidak biasa itu.

Penduduk setempat menggunakan getah merahnya sebagai obat untuk semua penyakit selama berabad-abad.

Mereka menggunakannya untuk menyembuhkan diare, demam, virus, dan disentri, juga untuk mengobati bisul, lesi dan berbagai penyakit kulit.

Di sana juga ditemukan peralatan buatan tangan yang beruur 1,5 tahun SM di sekitar Hadibo, pemukiman di Socotra.

Hal ini menunjukkan bahwa pulau ini bisa menjadi salah satu tempat kelahiran manusia.

Penduduk setempat juga percaya pada legenda 1000 tahun sebelum masehi yang sangat penting bagi orang Mesir Kuno.

Menurut mereka, Fenisia berkeyakinan kuat bahwa Socotra adalah suci, karena merupakan rumah bagi burung Phoenix legendaris.

Prasasti dalam berbagai bahasa kuno ditemukan di dalam gua-gua yang terletak di dalam dataran batu kapur panjang di pulau ini.

Bentuk flora dan fauna yang berbeda dari tempat lain membuat orang merasa asing saat datang ke Socotra.

Mereka merasa sedang tidak berada di Bumi, melainkan di planet lain yang mungkin dihuni oleh alien.

Saat ini, lebih dari 40.000 orang tinggal di pulau ini.

Terlepas dari keanehan pulau ini, UNESCO menetapkan pulau ini sebagai salah satu warisan dunia.( Tatik Ariyani)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved