1109 Ton Mineral Ikutan Diamankan Ditkrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung

Subdit Tipidter Ditkrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung menghentikan aktifas pabrik pengolahan zirkon PT Indorec Sejahtera di kawasan Baturusa

1109 Ton Mineral Ikutan Diamankan Ditkrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung
Ist
Tim Subdit Tipiter Ditkrimsus saat mendatangi pabrik pengolahan mineral ikutan PT Indorec Sejahtera di kawasan Baturusa Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka Rabu (12/9/2018) 

Laporan Wartawan Bangka Pos Deddy Marjaya

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Subdit Tipidter Ditkrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung menghentikan aktivitas pabrik pengolahan zirkon PT Indorec Sejahtera di kawasan Baturusa Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka Rabu (12/9/2018).

Sebanyak 1109 ton mineral ikutan yang berada dilokasi diamankan oleh polisi.

PT Indorec Sejahtera setelah dilakukan pengecekan oleh Tim Subdit Tipidter Ditkrimsus diketahui belum memiliki sejumlah perizinan terkait aktifitas pengolahan mineral ikutan berupa Zirkon, Eliminate dan Monazite yang dilakukan.

"Pengolahan mineral ikutan di Baturusa setelah dilakukan pengecekan tidak memiliki sejumlah perizinan dan persyaratan yang berlaku," kata Kabid Humas AKBP Abdul Mun'im Rabu (12/9/2018) malam.

AKBP Abdul Mun'im menjelaskan awalnya pihak Subdit Tipidter Ditkrimsus mendapatkan informasi adanya pihak yang melakukan aktifitas pengolahan mineral ikutan di kawasan Baturusa.

Tim Subdit Tipidter Ditkrimsus saat mendatangi pabrik pengolahan mineral ikutan PT Indorec Sejahtera di kawasan Baturusa Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka Rabu (12/9/2018)
Tim Subdit Tipidter Ditkrimsus saat mendatangi pabrik pengolahan mineral ikutan PT Indorec Sejahtera di kawasan Baturusa Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka Rabu (12/9/2018) (Ist)

Tim kemudian turun ke lokasi melakukan pengecekan ke lokasi yang dimaksud. Diketahui pihak PT Indorec Sejahtera melakukan aktivitas sejak bulan Juni 2018. Antara lain mengolah mineral ikutan yakni Zirkon, Eliminate dan monazite.

Di lokasi didapati barang bukti Zirkon sebanyak 100 ton, Elminite 1000 Ton dan Monazite 9 Ton.

Adapun untuk dokumen pihak perusahaan memiliki akta pendirian dan perubahan perusahaan, SITU, SIUP,TDP, surat izin gangguan, izin lokasi dari tata ruang dan LKPM.

Setelah dilakukan pengecekan dokumen dan lokasi perusahaan tersebut dapat disimpulkan bahwa PT Indorec Sejahtera hingga saat ini belum memiliki perizinan berupa Nota Kesepahaman atau perjanjian kerja sama dengan Pemegang IUP yang telah memiliki sertifikat Clean and Clear dan perizinan berupa IUP OP Khusus untuk Pengolahan /Pemurnian yang diterbitkan oleh Gubernur.

Setelah melakukan pengecekan selanjutnya membawa Ho Apriyanto Alias Antoni selaku Direktur PT Indorec Sejahtera ke Polda Kepulauan Bangka Belitung untuk dimintai keterangan.

"Ditkrimsus sedang mendalami kasus ini dan diduga PT Indorec Sejahtera melanggar ketentuan perundang - undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 atau Pasal 161 UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba," kata AKBP Abdul Mun'im.(*)

Penulis: deddy_marjaya
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved