Bagi Warga Tak Terdaftar Sebagai DPT Jelang Pemilu 2019, Bisa Dimasukkan Dalam DPTb

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pangkalpinang mengatakan jika warga tidak tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT)

Bagi Warga Tak Terdaftar Sebagai DPT Jelang Pemilu 2019, Bisa Dimasukkan Dalam DPTb
Bangkapos/Yudha Palistian
Anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pangkalpinang, Divisi Perencanaan dan data, Yusmayadi. 

Laporan Wartawan Bangkapos,  Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM  -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pangkalpinang mengatakan jika warga tidak tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), maka tetap dapat mencoblos namun harus membawa E-KTP ke tempat pemungutan suara (TPS) dan mereka yang hanya bermodal E-KTP untuk mencoblos tanpa terdaftar di DPT dimasukkan dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). 

Anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pangkalpinang,  Divisi Perencanaan dan data, Yusmayadi mengatakan kalau ada yang belum terdaftar untuk melaporkan pada desa masing-masing atau bisa juga lewat Rukun Warga (RW).

Ia berharap masyarakat untuk segera melapor kepada pihak-pihak terkait jika belum terdaftar sebagai pemilih pada Pemilu 2019.

Agar nanti yang belum terdaftar bisa dimasukkan selama dia memenuhi syarat dan punya surat keterangan dan e-KTP.

"Jadi total pemilih dengan kategori pemilih tambahan, artinya orang orang yang tidak masuk dalam coklit sehingga menjelang hari H dia mengurus surat surat," ucap Yusmayadi kepada Bangakpos di Kantor KPU Pangkalpinang,  Rabu (12/9/2018).

Ia pun menambahkan KPU telah mengatur tata cara penggunaan hak pilih warga yang tak terdaftar di DPT saat pilkada. Penyelenggara mewajibkan pemilih kategori itu membawa e-KTP atau surat keterangan pengganti kartu identitas (Suket) yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat.

Kemungkinan kedua penyebab nama seseorang belum masuk DPT ada dalam masa pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih,  yakni ada kemungkinan seseorang tidak ditemui petugas coklit sehingga namanya tak tercantum di Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan DPT.

Yusmayadi lalu menjelaskan tahapan pembuatan DPT. KPU melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) terhadap warga yang berhak memilih. Misalnya, telah berusia 17 tahun atau telah menikah.

Coklit dilakukan KPU dengan mendatangi rumah masing-masing warga, hal itu dilakukan untuk memastikan identitas warga yang memiliki hak pilih. Jika memenuhi syarat, warga yang telah dicoklit masuk dalam DPT

Penulis: Yudha Palistian
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved