Advertorial

Bupati Bangka Minta Masyarakat Tak Bingung Soal Vaksin MR

Bupati Bangka H Tarmizi Saat meminta masyarakat tidak bingung soal pemberian Vaksin MR yang sekarang gencar dilakukan pemerintah.

Bupati Bangka Minta Masyarakat Tak Bingung Soal Vaksin MR
Bangka Pos/Nurhayati
Dinas Ke¬≠sehatan Kabupaten Bangka bersama Dinas Kesehatan Babel menggelar sosia¬≠lisasi Vaksin Measles Rubela (MR) secara terpadu guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat serta menyukseskan imunisasi mencegah campak dan rubella di Gedung Sepintu Sedulang Sungailiat, Senin (10/9). 

Ketua Komisi Hukum dan Perundang-Undangan MUI Babel Abdul Ghofar mengajak masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu ragu, karena MUI telah mengeluarkan fatwa bahwa vaksin ini hukumnya mubah.

Hal ini sudah melalui kajian keagamaan serta kesehatan de­ngan melibatkan ahli kesehatan terkait dampak yang ditimbulkannya jika seseorang terkena virus atau bakteri campak dan rubela.

Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penggunaan Vaksin MR (Measles Rubela) Produksi dari SII (Serum Intitute of India) untuk Imunisasi menyebut bahwa penggunaan Vaksin MR produk SII hukumnya haram. Namun begitu, penggunaan Vaksin MR produk dari SII pada saat ini, dibolehkan (mubah) karena ada kondisi keterpaksaan (darurat syar’iyyah).

Selain itu belum ditemukan Vaksin MR yang halal dan suci dan ketiga ada keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi dan belum adanya vaksin yang halal.

“Sampai saat ini belum ada Vaksin MR yang halal. Untuk saat ini hanya Vaksin MR yang ada dan belum ada vaksin lain yang bisa digunakan karena hanya ada satu-satunya maka penggunaan vaksin ini dimubahkan,” jelas Ghofar.

Menurutnya sebelum tanggal 20 Agustus MUI pusat belum mengeluarkan fatwanya karena masih mengkaji dan meneliti Vaksin MR. Setelah tanggal 20 Agustus MUI sudah mengeluarkan fatwanya yakni mubah karena kondisi keterpaksaan yang menjadi hal utama.

Ghofar mengatakan Vaksin MR dari India ini sudah direkomendasi oleh World Health Organization (WHO). Sedangkan yang dikeluarkan oleh Jepang dan China belum mendapat rekomendasi WHO yang hanya digunakan untuk negara mereka sendiri.

“Sekarang ini tidak ada lagi keraguan-raguan. Ayo kepala sekolah, kepala desa sampaikan dengan murid-murid dan masyarakat kita bahwa imunisasi ini sudah saatnya dilaksanakan dan dasarnya dari pemerintah dan MUI. Kami dari MUI provinsi menyampaikan dari MUI pusat begitu juga dari MUI kabupa­ten/kota menyampaikan fatwa MUI pusat,” imbau Ghofar. (Advertorial/chy/may)

Baru 25,22 Persen

KEPALA Dinas Kesehatan Bangka Belitung drg Mulyono menjelaskan program imunisasi Vaksin MR sudah dilakukan di Jawa dan Bali sebanyak 35 juta anak dari usia 9 bulan hingga 15 tahun yang telah mencapai target pemerintah sebesar 100 persen lebih pada tahun 2017 lalu. Untuk tahun 2018 dilakukan di seluruh provinsi di luar Jawa dan Bali.

“Kegiatan imunisasi massal sebagai upaya untuk memutuskan agar bisa eliminasi campak harus memutuskan transmisi penularan campak dan rubela pada anak usia 9 bulan sampai 15 tahun. Meskipun kita sudah melakukan imunisasi campak pada anak usia 9 bulan tetapi akan diulang lagi,” jelas Mulyono.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help