Advertorial

Bupati Bangka Minta Masyarakat Tak Bingung Soal Vaksin MR

Bupati Bangka H Tarmizi Saat meminta masyarakat tidak bingung soal pemberian Vaksin MR yang sekarang gencar dilakukan pemerintah.

Bupati Bangka Minta Masyarakat Tak Bingung Soal Vaksin MR
Bangka Pos/Nurhayati
Dinas Ke¬≠sehatan Kabupaten Bangka bersama Dinas Kesehatan Babel menggelar sosia¬≠lisasi Vaksin Measles Rubela (MR) secara terpadu guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat serta menyukseskan imunisasi mencegah campak dan rubella di Gedung Sepintu Sedulang Sungailiat, Senin (10/9). 

“Kalau tidak memanfaatkan ini maka tahun berikutnya tidak ada lagi program ini. Anak-anak kita usia 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD tidak akan mendapatkan program imunisasi MR. Ini hanya dilakukan bulan Agustus dan September 2018,” kata Mulyono.

Menurutnya yang ditakutkan dari penyakit campak adalah komplikasinya dimana penyakit yang disebabkan oleh virus tidak bisa disembuhkan kecuali ada kekebalan tubuh. Kondisi ini bisa menyebabkan terjadi komplikasi radang paru, radang otak, radang telinga hingga kematian.

Biasanya campak banyak menyerang anak usia 9 bulan hingga 15 tahun, karena itu pencegahannya hanya bisa dilakukan dengan imunisasi. Oleh karena itu menurut Mulyono jika sudah imunisasi MR sekali bisa aman.

Ia menyebutkan, sebelum ditemukan imunisasi campak tahun 1980 ada sekitar 2,6 juta kematian di dunia akibat campak. Imunisasi campak di Indonesia baru dilakukan tahun 1982. Sedangkan pada tahun 2016 angka kematian akibat campak di Indonesia sebesar 6.890 orang. Untuk itu diharapkan tahun 2020 Indonesia eliminasi campak dengan menekan angka kematian sebesar 95 persen.

Menurut Mulyono, Indonesia dalam imunisasi campak dan rubela tertinggal dari Singapura, Kamboja, Thailand dan Malaysia yang sudah melakukan imunisasi sejak tahun 2013 dan 2015. Sedangkan Indonesia baru tahun 2017 lalu.

Mulyono memaparkan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Babel untuk pencapaian vaksin MR hingga 23 Agustus 2018 di Bangka Belitung baru mencapai 13,56 persen saat awal MUI menerbitkan fatwa. Sedangkan cakupan Vaksin MR hingga tanggal 8 September, Babel berada diposisi nomor lima dari belakang dibandingkan provinsi lainnya yakni sebesar 25,22 persen.

Sementara untuk Kabupaten Bangka hingga 8 September 23,59 persen berarti tinggal 13 hari kerja lagi untuk mencapai 95 persen. Sedangkan per puskesmas yang tertinggi di Kenanga mencapai 40 persen dan paling rendah di Gunung Muda sebesar 6,9 persen. (Advertorial/chy)

Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help