Sang Bunda Menyangka Pakai Jin saat Ceramah, Ustad Abdul Somad Sampai Konsultasi ke Psikolog

CERAMAH Ustaz Abdul Somad selalu ramai dihadiri para umat yang ingin mendengarkannya. Tapi belakangan Ustaz Abdul Somad terpaksa

Sang Bunda Menyangka Pakai Jin saat Ceramah, Ustad Abdul Somad Sampai Konsultasi ke Psikolog
youtube
Ustaz Abdul Somad 

Gus Yaqut kemudian menceritakan peristiwa dimana Ustaz Abdul Somad hendak berdakwah di Jepara.

Dakwah di Jepara ini merupakan salah satu dakwa Ustaz Abdul Somad yang akhirnya dibatalkan.

Terkait hal ini,Gus Yaqut menerangkan bahwa GP Ansor di Jepara mendatang kepolisian usai mengetahui bahwa Ustaz Abdul Somad akan berceramah di Jepara.

"Ada kabar bahwa UAS akan ceramah di jepara. Lalu temen-temen mendatangi kepolisian. Lalu kepolisian menjanjikan akan meneliti itu dan menjamin tidak akan ada atribut-atribut Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)dalam ceramahnya," ujar Gus Yaqut.

Tetapi, kata Gus Yaqut, beberapa hari kemudian datang tim Ustaz Abdul Somad dengan memakai atribut-atribut HTI dan membuat GP Ansor keberatan.

"Tentu kita keberatan," terang Gus Yaqut dalam wawancara tersebut.

Atribut HTI yang dimaksud adalah sebuah topi bertuliskan kalimat Tauhid yang ditulis dengan kaligrafi atau cara menulis yang sangat identik dengan yang dipakai HTI untuk menulis lambangnya.

"Kalimat Tauhid itu kan macam-macam, cara menulisnya juga macam-macam. Tapi cara menulisnya ini sangat identik dengan yang dipakai HTI untuk menulis lambangnya," terang Gus Yaqut.

Berikutnya Gus Yaqut menyampaikan keanehannya terkait pembatal ceramah Ustaz Abdul Somad yang dilakukan hingga Desember 2018. 

"Tapi dia menyebut termin, sampai desember 2018. Ini tahun politik. Bisa saja itu. Bisa jadi juga ini terkait strategi marketing. ini berbeda, di NU itu tidak ada Kiai yang punya manajemen," Kata Gus Yaqut.

Jawaban Ustaz Abdul Somad

Terkait kecurigaan GP Ansor soal penghentian kegiatan sampai Desember 2018, Ustaz Abdul Somad menjawab bahwa untuk daerah-daerah yang kondisinya kondunsif, dirinya tetap datang apabila diundang. 

Sementara itu terkait menggunakan manajemen, Ustaz Abdul Somad dengan tegas membantah. 

Ustaz Abdul Somad mengatakan bahwa dia tak pernah mematok harga, apalagi mengambil DP, serta tak pernah pula meminta kelas tertentu di pesawat. 

"Kita tidak punya tim. Sampai sekarang saya tidak punya kartu nama. nih baju dikasih orang. semua dikasih orang. Ini pakai kaus kaki pun tidak. Mau marketing dari mana kaya begini, marketing apa. Tidak pernah. Semua merek dikasih orang cincin dikasih orang, sorban dikasih orang, tak ada tim-tim kita bahwa untuk eksis bertahan, maka mesti bangkitkan isu. Tak ada," tegas Ustaz Abdul Somad. 

Bahkan saat berbicara soal dirinya tak pernah memakai kaus kaki, Ustaz Abdul Somad sampai mengangkat salah satu kakinya, dan menunjukkan bahwa dirinya tak pernah memakai kaus kaki.

Pemilhan sampai Desember 2018 di beberapa lokasi, kata UAS, hal itu lantaran berdasarkan pengalamannya kegaduhan akan rampung dalam masa 3 bulan.

Berikutnya terkait kalimat Tauhid Laa Ilaaha Illallah yang dipakai sebagai atribut para jamaahnya, Ustaz Abdul Somad berpendapat dengan terdengar santai dan suara rendah.

"Umat itu kan sudah cerdas. Dari beberapa update status FB masyarakat itu kan kelihatan. Kalau semua kalimat Laa Ilaaha Illallah kalian identikkan dengan HIzbut Tahrir (HTI), lalu bagaimana dengan peti jenazah, bagaimana dengan kaligrafi, bagaimana dengan orang yang mobilnya ditulis dengan Laa Ilaaha Illallah. Kan orang itu bersalah karena mau mendirikan negara dalam negara. Anti konstitusi, inkonstitusional. Ini kan tidak ada terjadi," ujar Ustaz Abdul Somad.

Terkait kaligrafi yang serupa dengan HTI,Ustaz Abdul Somad berpendapat bahwa itu bisa disiasati dengan menuliskannya menggunakan kaligrafi yang lain.

"Kaligrafi kan banyak, pakai kaligrafi yang lain," kata Ustaz Abdul Somad.

Tanggapan MUI

Terkait adanya dugaan intimidasi terhadap ceramah Ustaz Abdul Somad, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memiliki pandangannya sendiri.

Wakil Sekjen MUI, Ustaz Zaitun Rasmin, mengatakan hal itu karena popularitas UAS sangat tinggi sehingga membuat sebagian orang salah paham dan terganggu.

"Nah, tentu bagi kita, apalagi MUI mengharapkan ini tidak terjadi intimidasi. Ini ceramah-ceramah Abdul Somad secara umum saya tidak menemukan itu (yang menyimpang). Secara umum saya tidak menemukan ceramah Ustaz Abdul Somad keluar dari rambu-rambu bernegara," kata Ustaz Zaitun Rasmin.

Makanya, kata Ustaz Zaitun Rasmin sangat menyayangkan adanya intimidasi terhadap UAS dari kelompok-kelompok orang.

"Dari sisi agama, ada MUI yang memiliki penilaian. Selama ini tak ada MUI yang memberi sorotan dari ceramah-ceramah beliau (Ustaz Abdul Somad)," kata Ustaz Zaitun Rasmin.(Theo Yonathan Simon Laturiuw)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help