Tak Dikubur di Dalam Tanah, Ini Cerita di Balik Kuburan Bayi yang Menjadi Obyek Wisata di Toraja

Bayi-bayi yang meninggal tidak di kuburkan di dalam tanah, namun bayi-bayi tersebut ditanam di sebuah pohon.

Tak Dikubur di Dalam Tanah, Ini Cerita di Balik Kuburan Bayi yang Menjadi Obyek Wisata di Toraja
thinkstock
Ilustrasi pemakaman 

Masyarakat Toraja masih meyakini jenjang strata sosial.

Sehingga, semakin tinggi strata sosial keluarga bayi, maka bayi akan mendapatkan tempat paling tinggi di pohon tarra.

Begitu pun sebaliknya.

Baca: Ini Trik dan Tips Jitu Jawab Soal CPNS 2018, Daftar CPNS di sscn.bkn.go.id

Baca: Oknum PNS Ini Tega Seret Istrinya Pakai Mobil Usai Ketahuan Bareng Wanita Lain

5. Letak makam menghadap ke arah rumah duka.

Selain strata sosial, hal berikutnya yang tidak dapat Iepas dari prosesi penguburan ini adalah letak makamnya.

Letak makam tidak sembarangan, melainkan harus diletakkan searah dengan rumah duka.

Hal ini untuk menghargai para keIuarga yang berkabung.

Prosesi ini senantiasa dilakukan sejak zaman Ieluhur hingga hari ini.

Menariknya, meski banyak bayi yang dimakamkan dalam satu pohon tarra, tetapi pemakaman itu tidak pernah bau busuk.

Masyarakat juga tidak pernah kehabisan pohon tarra untuk pemakaman.

Hingga saat ini pun, kuburan bayi Kambira ini pun kerap dikunjungi oara wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Apakah para pembaca sendiri juga akan berencana untuk berkunjung ke sini?

Baca: Terlanjur Kesal Sampai Bongkar Aib Sendiri, Kriss Hatta Minta Maaf, Deddy Corbuzier Sindir Ini

Penulis: Putrie Agusti Saleha
Editor: Alza Munzi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved