Erzaldi Sebut Dari Sekian Banyak Perusahaan di Babel, Hanya Satu yang Go Public

Erzaldi ikut mendukung program dari BEI agar perusahaan rintisan atau startup company di Babel melepas saham ke publik

Erzaldi Sebut Dari Sekian Banyak Perusahaan di Babel, Hanya Satu yang Go Public
Bangkapos/Yudha Palistian
Acara workshop yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia KP Bangka Belitung bertajuk Go Public, di Restoran Gale-gale. 

Laporan Wartawan Bangkapos,  Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM -- Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka BelitungErzaldi Rosman Djohan menyebut dari sekian banyak perusahaan berasal di Bangka Belitung hanya PT Timah Tbk yang sudah Go Public, Kamis (13/9/2018).

"Padahal orang-orang Bangka ini termasuk dalam kategori memiliki financial yang baik, tetapi belum tahu investasinya ke arah yang mana. Seharusnya tertantang dan memanfaatkan peluang dengan baik," paparnya.

Erzaldi pun sangat menyanyangkan hal tersebut, sehingga ikut mendukung program dari BEI agar perusahaan rintisan atau startup company di Babel untuk melepas saham ke publik atau initial public offering (IPO).

Ia turut hadir dalam acara workshop yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia KP Bangka Belitung bertajuk Go Public, di Restoran Gale-gale.

Kepala BEI KP Bangka Belitung, Joseph Kaburuan, mengatakan program tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan Gubernur Provinsi Bangka Belitung tanggal 20 Juli 2018 di Jakarta pada saat Pembukaan Perdagangan.

"BEI KP Bangka Belitung juga bekerjasama dengan PT Panin Sekuritas dan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk dalam workshop ini," jelasnya kepada Bangkapos,  Kamis (13/9/2018).

Yoseph pun menambahkan untuk persebaran jumlah Investor di wilayah Bangka Belitung tertinggi di Pangkalpinang sekitar 42 persen berjumlah 1.181 Investor.

"Urutan kedua diduduki oleh Kabupaten Bangka sekitar 21 persen berjumlah 590 Investor, lalu posisi ketiga di Bangka Tengah 10 persen dengan 277 Investor," ungkapnya kepada bangkapos.com

Sedangkan posisi selanjutnya diduduki oleh Belitung 9 persen,  Bangka barat 7 persen,  Belitung Timur 6 persen dan Bangka Selatan 5 persen.

Yoseph menjelaskan usia tertinggi didominasi dari usia 18 hingga 25 tahun. Sejak januari - Juni 2018, terdapat penambahan 600 Investor baru dan rata-rata bertambah 100 Investor baru setiap bulannya.

"BEI wilayah Babel saat ini sudah memiliki Lima galeri investasi yakni di Univeristas Bangka Belitung,  STIE Pertiba,  STIE IBEK,  STMIK Atma Luhur dan Akademi Manajemen Belitung dan sudah ada Lima sekuritas yaitu indopremier, RHB,  Philips,  Phintraco dan FAC," jelasnya.

Dalam workshop itu pun dihadiri oleh Ketua HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Provinsi Bangka Belitung, Raden Indra Sandy, Wakil Ketua KADIN (Kamar Dagang Indonesia) Provinsi Bangka Belitung, Bambang Patijaya,  Ketua APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia) Bangka Belitung, AHM. Nasution.

Serta Direktur PT Panin Sekuritas, Prama Nugraha, Kepala Divisi Privatisasi, Start Up, SME and Foregn Listing BEI, Saptono Adi Junarso, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan, Head of Communication PT Austindo Nusantara Jaya Tbk, Nunik Maharani Maulana, Direktur Utama Media Laskar Pelangi , Agus Ismunarno, Ketua JAPNAS (Jaringan Pengusaha Nasional), Basit Sucipto.

Asisten Ahli Bidang Ekonomi, Budiman Ginting, Ketua PERWIRA (Perkumpulan Pendidik Kewirausahaan Indonesia) Provinsi Bangka Belitung, Ishadi. 

Penulis: Yudha Palistian
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help