Melemahnya Rupiah Berimbas Pada Kenaikan Biaya Umroh

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar berimbas pada biro perjalanan umroh di Kota Palembang

Melemahnya Rupiah Berimbas Pada Kenaikan Biaya Umroh
Tribun Kaltim
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, PALEMBANG--Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar berimbas pada biro perjalanan umroh di Kota Palembang.

Untuk menyesuaikan keadaan, sejumlah travel terpaksa menaikkan ongkos perjalan.

Seperti yang dilakukan biro haji dan umroh PT Java Tour Travel di Jalan Inspektur Marzuki Pakjo, Palembang.

"Kami mau tidak mau harus menaikkan tarif umroh Rp 500.000 untuk setiap paket.

Sebab, nilai perjanjian antara kami dan maskapai Garuda menggunkan kurs dollar AS di angka Rp 13.500.

Sedangkan dollar sekarang masih bergerak pada Kisaran Rp 14.800," kata Pimpinan Cabang PT Java Tour, Saiful Anwar, Selasa (11/9).

Baca: Ditegur karena Sebut Pemilih Jokowi Bakal Masuk Surga, Farhat Abbas Minta Maaf

Tiga paket umroh yang harganya dinaikkan yakni paket hemat dari Rp 21,5 juta menjadi Rp 22 juta, paket reguler dari Rp 22,5 juta menjadi Rp 23 juta dan paket hebat dari Rp 23,5 juta menjadi Rp 24 juta.

Kenaikan tersebut berlaku untuk keberangkatan November-Desember 2018.

Menurut Saiful, ongkos pesawat memang berpengaruh 50 persen dengan tarif umroh yang menggunakan mata uang dollar AS.

Namun, pihak maskapai memberikan alternatif pemangkasan waktu terbang dari semula rute Palembang-Jeddah diubah menjadi Palembang-Madinah.

Kemudian, waktu umroh berkurang semula 10 hari menjadi 9 hari.

"Beruntungnya, jamaah bisa memahami kondisi ini. Jadi, walaupun kami naikkan, jamaah tidak ada yang keberatan.

Baca: Usai Live Facebook, Ibu Muda Ini Ajak Anaknya Bunuh Diri, Ini Penjelasan Polisi

Sebab, pemicunya adalah faktor eksternal," kata Saiful. Ia berharap, kondisi ini tidak lama.

Sebab, dengan penurunan rupiah beberapa hari saja, pemilik travel terpaksa meningkatkan tarif.

Di biro perjalanan umrah dan haji Zafa Tour di Jalan Angkatan 45 Palembang juga terpaksa menanggung pengurangan profit karena tidak berani menaikkan ongkos umroh pada saat kurs dollar tinggi.

"Harga yang kami pasang di brosur-brosur asumsinya nilai dollar Rp 14.500, tapi ternyata sudah tembus Rp15.000.

Artinya, dari harga tadi dampaknya margin kita berkurang 500.

Baca: Ayu Ting Ting Sempat Keceplosan Sebut Fakta Punya Suami Baru, Ini Klarifikasinya, Simak Videonya

Jadi, ya dengan kondisi ini kami wait and see saja, sebab tarif tidak kami naikkan," ujar Kepala Cabang Zafa Tour Umrah dan Haji Taufik.

Meskipun pengaruh untuk jumlah calon jamaah belum terlalu terasa, keduanya tetap berharap kurs rupiah akan terus membaik seiring usaha-usaha yang dilakukan pemerintah untuk menekan laju kenaikan dollar AS, dan jika kondisi rupiah berangsur normal, maka ongkospun diturunkan kembali.(sripoku.com)

Editor: zulkodri
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help