KPAD Babel Sambangi Penyalahguna Napza di Tempat Rawat Inap Tanjungbunga Airitam

Kegiatan advokasi KPAD langsung menyampaikan paparan terkait Napza sekaligus menjadi nara sumber

KPAD Babel Sambangi Penyalahguna Napza di Tempat Rawat Inap Tanjungbunga Airitam
ISTIMEWA/DOK.KPAD Babel
Ketua Komisi Perlindungan Anak (KPAD) Kepulauan Bangka Belitung, Sapta Qadri Muafi SH menyampaikan beberapa hal terkait penyalahgunaan narkobadi hadapan para pecandu, yang terdapat di antaranya anak masih di bawah umur di rumah inap, Yayasan D'win Foundation di komplek Perumahan Tanjungbunga cluster Anggrek, Airitam, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Babel, Kamis (13/09/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Emil Mahmud

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memberikan advokasi terhadap para penyalahgunaan Napza (Narkoba dan zat adiktif lainnya) pada Kamis (13/09/2018).

KPAD melakukan advokasi pengawasan terhadap pecandu narkoba di Yayasan D'win Foundation, yang bernaung di Kemensos berlokasi -- di Tanjungbunga Cluster Anggrek Airitam, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Babel.

Ketua KPAD Kepulauan Babel, Sapta Qodria Muafi mengatakan pihaknya berkunjung ke  tempat rehabilitasi, yang merupakan rawat inap  bagi penyalahgunaan narkoba dan zat adiktif lainnya.

"Kegiatan advokasi KPAD langsung menyampaikan paparan terkait Napza  sekaligus menjadi nara sumber di hadapan para penyalahgunaan narkoba, zat adiktif lainnya," ujar Ketua KPAD Babel sekaligus Komisioner Bidang Kesehatan dan Napza, Sapta Qodria Muafi melalui rilis yang diterima Bangkapos.com, Jumat (14/09/2018).

Dikatakan, kegiatan tersebut diikuti oleh 10 orang Residen  yang di antaranya; empat anak laki-laki serta perempuan yang masih di bawah umur antara (14-16 tahun).

"Sedangkan, enam orang lainnya berkisar umur 26 sampai dengan 33 tahun, termasuk ada seorang yang menjadi orangtua atau ayah dari 3 orang anaknya," ujar Sapta.

Hal menariknya lanjut Sapta pihak KPAD memberikan materi guna mengembangkan inspirasi mereka sebagai residen di yayasan tersebut.

Pihaknya beharap setelah menjalani rehabilitasi di tempat itu agar tidak mengulangi perbuatannya.

Sejauh ini lanjutnya, mereka yang memakai narkoba atau zat adiktif lainnya seperti ngelem, sabu, ekstasi dan ganja dan mengonsumsi zat adiktif lainnya.

Saat kegiatan Tim KPAD melakukan metode tanya jawab serta interaktif sehingga berlangsung penuh keakraban.

"Mereka sangat senang KPAD melakukan pendekatan dengan cara seperti ini karena dengan metode ini mereka mendapatkan pondasi guna menjauhi barang haram tersebut," ujar Sapta.(*)

Penulis: emil
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help