Manajer Kantor Pos Banda Aceh Terlibat Jaringan Narkoba, Pernah Kirim Ganja 1 Ton Lebih

Jaringan narkoba yang melibatkan oknum PT Kantor Pos Banda Aceh, sangat terorganisir.

Manajer Kantor Pos Banda Aceh Terlibat Jaringan Narkoba, Pernah Kirim Ganja 1 Ton Lebih
Kepala BNNP Aceh, Pol Drs Faisal Abdul Naser MH, dalam konferensi pers bersama Direktorat Narkoba Polda Aceh, dan BNNK Banda Aceh, terkait manajer Kantor Pos Kuta Alam Banda Aceh, Kamis (13/9/2018) 

BANGKAPOS.COM  - Manajer Pemasaran Kantor Pos Kuta Alam, Banda Aceh, Ontang Maruli Siregar, ditangkap oleh petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Senin (10/9/2018).

Karena terlibat dalam jaringan pengiriman ganja Aceh-Tangerang, Banten, via kantor pos.

Bahkan sebelum penangkapan itu, Ontang, pernah mengirim narkoba jenis ganja sebanyak 1,9 ton ganja pada Juli 2018 lalu.

Namun, berhasil digagalkan petugas BNNP Aceh bekerja sama dengan BNN Pusat saat itu, dimana penerimanya waktu itu tidak berhasil tertangkap di Tangerang.

Baca: Siti Badriah Ungkap Kisah Perihnya Dahulu, Tinggal di Kost Kecil hingga Makan Minta Tetangga

Baca: Diam-Diam 4 Zodiak Ini Memiliki Sifat Matre, Taurus Peringkat Pertama

Hal tersebut diungkapkan Kepala BNNP Aceh, Pol Drs Faisal Abdul Naser MH, dalam konferensi pers bersama Direktorat Narkoba Polda Aceh, dan BNNK Banda Aceh, Kamis (13/9/2018).

Ia menjelaskan jaringan narkoba yang melibatkan oknum PT Kantor Pos Banda Aceh, sangat terorganisir.

Pasalnya, tersangka lain yang ikut terlibat dalam jaringan tersebut memiliki peran masing-masing dan akhirnya berhasil ditangkap oleh petugas BNNP Aceh bekerja sama dengan Direktorat Narkoba Polda Aceh.

Enam tersangka lainnya itu, masing-masing Heri Mauliza (mantan Pegawai Kantor Pos Besar Banda Aceh yang mengundurkan diri tiba-tiba beberapa bulan lalu).

Baca: Kabupaten Bangka Barat Buka Penerimaan CPNS Untuk 263 Formasi

Baca: Nagita Slavina Buka Suara Tanggapi Soal Rumah Tangganya yang Kerap Digosipkan

Lalu Muammar, Rahmat Akbar, Firdaus, Munzir, dan Rizaldi.

"Heri pemilik modal, sekaligus pengatur dan mengendalikan pengiriman ganja. Lalu, tugas Ontang Maruli Siregar mengontrol dan memberikan informasi kepada Heri kapan waktu pengiriman ganja yang tepat ke Kantor Pos," kata jenderal bintang satu ini.

Baca: Dipenjara karena Kasus Narkoba, Berat Badan Pretty Asmara Turun 30 Kilogram

Baca: Kepala Daerah Jadi Tim Sukses? Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun Ingatkan 3 Aspek Ini

Baca: Merasa Punya Peluang, Karyawan Vila di Bali Perkosa Turis Norwegia, Begini Kronologinya

Selanjutnya peran Muammar, selain sopir dan penyedia angkutan membawa ganja ke Kantor Pos Kuta Alam, dia juga mendanai pembelian ganja bersama Firdaus dan Munzir.

Kemudian tugas Rahmat Akbar dan Rizal mem-packing ganja ke dalam beberapa bentuk dan ukuran, sehingga menyerupai seperti bungkusan furniture.

"Seluruhnya ada 9 tersangka terlibat. Namu, dua di antaranya, yakni atas nama Munir bertugas sebagai penyedia ganja serta Tyo penerima di Tanggerang, masih buron dan telah masuk dalam DPO," kata Brigjen Faisal.(*)

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help