Tamara Al Ihsan Ungkap Pengalamannya Pelantara Sampai NTT

Tamara Al Ihsan, salah seorang Pramuka Saka Bahari Bangka Belitung bercerita soal pengalamannya di Pelantara

Tamara Al Ihsan Ungkap Pengalamannya Pelantara Sampai NTT
Bangkapos/irakurniati
Pramuka Saka Bahari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ira Kurniati

BANGKAPOS.COM  -- Tamara Al Ihsan, satu di antara anggota Pramuka Saka Bahari Bangka Belitung mengatakan dirinya tak hanya mendapatkan wawasan dan keterampilan usai mengikuti pelayaran lingkar nusantara (Pelantara), dalam kegiatan Sail Moyo Tambora 2018 Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia juga berkesempatan mengenali setiap orang dari berbagai wilayah di Indonesia.

Ia menceritakan, banyak kegiatan sosial yang diikutinya. Dirinya juga menemukan suasana yang berbeda saat Pelantara.

"Pas di kapal ada yang muntah karena mabuk laut. Banyak keseruan, suasana yang berbeda dan banyak ketemu teman baru." ujarnya saat tiba di Bandara Depati Amir Pangkalpinang, usai mengikuti Pelantara selama 21 hari, Jumat (14/9/2018).

Keaktifannya tergabung sebagai anggota pramuka, sudah ia teladani sejak duduk di bangku sekolah dasar. Perempuan berusia 15 tahun ini mengaku, kedua orangtuanya selalu mendukung pilihan terbaik yang ia kerjakan.

Meskipun harus berpisah sementara selama 21 hari kegiatan Pelantara, nyata nya Tamara bersama Pramuka Saka Bahari, berhasil menyabet juara umum pada kegiatan tersebut. Dirinya rela meski harus berlatih sepulang sekolah hingga malam hari, agar regunya bisa membawa nama harum Bangka Belitung di kancah nasional

Sementara itu, Instruktur Pramuka Saka Bahari Bangka Belitung, Muhammad Irham mengatakan adik-adik pramuka ini menjalani pelatihan sekitar dua minggu sebelum dimulainya Pelantara.

Mereka berlatih pada saat pulang sekolah hingga malam hari. Hal ini menurut Irham, guna mempersiapkan tim yang mampu meretas juara seperti para pendahulunya.

"Adik-adik ini digembleng, dilatih dari mulai mempersiapkan yel-yel nya maupun semua perlombaan lain kami persiapkan dengan matang." kata Irham.

Selama 21 hari melakukan kegiatan Pelantara, perjalanan mereka dari Jakarta menuju Surabaya hingga ke Lombok. Di Lombok, pramuka saka bahari ini melakukan kegiatan bakti sosial. Irham menambahkan, selama di pelayaran laut, 24 pramuka saka bahari pun tetap diberikan materi-materi sebagai pembelajaran oleh pemimpin kontingen dan pembina pendamping.

Usai dari Lombok, regu ini kembali melakukan pelayaran hingga ke Sumbawa dan melakukan bakti sosial disana.

"Kita selalu mendoktrin adik-adik ini karena yang kita jaga adalah tradisi juara. Pelantara sebelumnya kita juara umum, di beberapa perlombaan juga kita memperoleh juara umum. Dan dengan itu, kita doktrin ke adik-adik, untuk jadi juara harus kita gembleng."tutupnya.

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help