Tetangga 'Rumah Helikopter' Eko Purnomo Bisa Dianggap Lakukan Perbuatan Melawan Hukum

Kasus terkurungnya rumah Eko Purnomo oleh tembok-tembok tetangganya memunculkan fakta baru.

Tetangga 'Rumah Helikopter' Eko Purnomo Bisa Dianggap Lakukan Perbuatan Melawan Hukum
Rumah Pak Eko 

BANGKAPOS.COM -- Kasus terkurungnya rumah Eko Purnomo oleh tembok-tembok tetangganya memunculkan fakta baru.

Denah yang terdapat dalam sertifikat Badan Pertanahan Nasional (BPN) ternyata menunjukkan bahwa rumah Eko ternyata memiliki akses jalan berupa gang.

Namun, gang tersebut kini sudah tertutup oleh rumah salah seorang tetangganya.

Berdasarkan hasil pengukuran BPN, menurut Eko, gang tersebut tergolong sebagai fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum).

Rumah yang menutupi rumah tersebut tidak lain adalah milik Saldi, mantan ketua RW yang menjual tanah depan dan samping rumah Eko.

Eko mengaku, gang yang kini tertutup oleh rumah itulah yang kini dituntut oleh dirinya.

Sementara Saldi sendiri mengklaim bahwa lahan yang dalam denah BPN dianggap sebagai gang tersebut merupakan milik pribadinya.

Hak Servituut

Lalu bagaimana aturan hukumnya mengenai gang tersebut?

Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata atau Burgerlijk Wetboek (“BW”) mulai Pasal 674 sampai Pasal 710 BW diterangkan mengenai hak servituut alias pengabdian pekarangan.

Halaman
123
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help