Warga Keluhkan Jalan Rusak di Desa Kurau, Sudah 3 Kali Terjadi Kecelakaan

Kondisi jalan yang berbatu kerikil serta berpasir di jalan Raya Desa Kurau, dekat POM Bensin Kurau banyak dikeluhkan oleh warga sekitar.

Warga Keluhkan Jalan Rusak di Desa Kurau, Sudah 3 Kali Terjadi Kecelakaan
Bangka Pos / Riki Pratama
Kondisi jalan yang berbatu kerikil serta berpasir di jalan Raya Desa Kurau, dekat POM Bensin Kurau banyak dikeluhkan oleh warga sekitar. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kondisi jalan yang berbatu kerikil serta berpasir di jalan Raya Desa Kurau, dekat POM Bensin Kurau banyak dikeluhkan oleh warga sekitar.

Pasalnya kondisi jalan yang tak beraspal sebagian ini sedang dalam perbaikan, namun hingga kini belum juga dilapisi oleh aspal.

Kondisi jalan saat ini menjadi momok sendiri bagi pengendara yang melewatinya, selain kurangnya penerangan jalan dan tidak ratanya jalan membuat banyak pengendara mengalami kecelakaan tunggal ketika melewati jalan tersebut.

"Sudah tiga kali pengendara mobil harus nyungsep ketika melewati jalan itu dimalam hari, jalan digali tapi belum di aspal sehingga masih pasir dan belum aspal,"jelas Tom warga Kurau kepada wartawan, Minggu (16/9/2018)

Ia memohon agar pihak berkaitan memperbaiki, jalan yang sering terjadi laka tersebut, kendaraan roda empat sudah banyak nyungsep akibat jalan berpasir yang berlum beraspal tersebut.

"Banyak mobil nyungsep karena jalan yang digali tetapi belum di perbaiki, kita minta cepat untuk ditangani jangan sampai ada korban berikutnya,"jelasnya

Sementara pihak Dinas PU Pemkab Bateng melalui Kabid Bina Marga Yusuf, mengatakan jalan yang diperbaiki itu merupakan jalan Nasional yang masuk dalam wilayah Bangka Tengah.

Namun menurutnya itu pengerjaan pemeliharaan bukan dilakukan oleh pihak PU Kabupaten tetapi Pelaksana Jalan Nasional atau Satker yang kantornya dekat dengan Pemerntah Provinsi Babel.

Ia juga sudah menanyakan kepada pihak terkait, mengenai kondisi jalan kenapa belum diperbaiki, karena telah banyak keluhan warga dan terjadi kecelakaan dijalan tersebut.

"Masalah itu sudah kita hubungi pihak pelaksananya, itu juga telah di pasang rambu rambu, tetapi pihak pelaksana mengatakan mereka masih kekurangan alat untuk memperbaiki jalanya, karena itu merupakan perbaikan dan masuk jalan Nasional,"jelasnya

Ia menambahkan sepanjang jalan dari perbatasan Pangkalpinang hingga Namang merupakan jalan nasional, termasuk dari Namang ke Koba masuk dalam jalan Nasional.

"Itu wilayahnya masuk Kabupaten tetapi jalanya Nasional artinya perbaikan dilakukan oleh pelaksanan jalan Nasional, bukan pihak Kabupaten,"lanjutnya.(*)

Penulis: Riki Pratama
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved