Bupati Bateng Kejar Target Imunisasi MR Baru Capai 17,62 persen

Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh saat ini sedang mengintruksikan semua OPDnya untuk membantu mengejar target imunisasi Measle Rubbela (MR)

Bupati Bateng Kejar Target Imunisasi MR Baru Capai 17,62 persen
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi: Petugas puskesmas memberikan vaksin kepada bayi di Puskesmas Kecamatan Ciracas, Jakarta, Senin (18/7/2016). Pemberian vaksin ulang ini digelar untuk anak-anak yang sebelumnya pernah diberikan vaksin palsu, dan vaksin uni akan diberikan secara bertahap. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM -- Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh saat ini sedang mengintruksikan semua OPDnya untuk membantu mengejar target, terkait pelaksanaan imunisasi Measle Rubbela (MR) yang baru mencapai angka 9.071 orang atau 17,62 persen untuk Kabupaten Bangka Tengah.

Ibnu Saleh mengatakan hingga akhir September ia menargetkan jumlah itu bisa bertambah, untuk mencapai target yang telah ditetapkan oleh Pemerintah pusat mencapai angka 90 persen diakhir September.

"Seluruh informasikan kepada masyarakat serta OPD terkait akan dilaksanakn serentak di setiap Puskesmas pada Jumat besok, di sekolah juga pada Rabu ini, petugas untuk bisa mendatangi sekolah, karena 30 September ini batasnya,"kata Bupati Bateng Ibnu Saleh, disela kegiatan Sosialisasi Imunisasi MR di pondopo Bupati oleh Dinkes Bateng, Senin (17/9/2018)

Ibnu mengatakan secara pribadi, dirinya juga mendorong masyarakat untuk melaksanakan imunisasi MR namun dirinya tidak memaksakan apabila warga menolaknya

"Dari awal saya mengatakan kepada kepala Dinas Kesehatanya, tetap jalan, saya berfikir dampak virus rubella ini luar biasa, sehingga resikonya tinggi dan manfaatnya besar,"jelasnya

Ia menambahkan Imunisasi MR sudah diperboleh pada saat ini oleh MUI dan pihak Pemerintah Pusat, sebelum ada vaksin lainnya yang bisa digunakan.

"Sudah yakin dibolehkan dalam kondisi saat ini, vaksin yang ada sekarang, yakin sajalah memberikan itu boleh. Saya menyebutnya ini keharusan tetapi tidak boleh dipaksa, apabila ada orang menghelak tidak mau, tidak usa, tidak memaksakan kepada orang yang tidak mau,"lanjutnya

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved