Peringatan Keras Kapolri Untuk Pelaku Black Campaign, Penyebar Video Hoax Demo MK Ditangkap

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan polisi akan menindak tegas setiap pelaku black campaign.

Peringatan Keras Kapolri Untuk Pelaku Black Campaign, Penyebar Video Hoax Demo MK Ditangkap
KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Polisi memberi peringatan keras kepada siapa saja yang menggunakan media sosial untuk menyebarkan berita bohong alias hoax.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan polisi akan menindak tegas setiap pelaku black campaign.

Jenderal Tito memberi contoh apa yang dilakukan pelaku penyebar video hoaks demo kisruh di MK merupakan bentuk black campaign atau kampanye hitam

"Sesuatu yang tidak ada, dibuat seolah-olah ada, di-recycle peristiwa lama seakan-akan terjadi kerusuhan di dalam istana," ujar Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (17/9/2018).

Baca: Kemenag Buka Lowongan 17.175 CPNS Guru, Dosen Hingga Penyuluh, Daftar di sscn.bkn.go.id

Padahal, Tito menambahkan video yang beredar tersebut merupakan video simulasi pengamanan massa pada tahun sebelumnya.

"Itu (pelakunya) dipidana UU ITE karena melakukan black campaign dan kami tidak akan pernah menoleransi bentuk black campaign. Polri akan perkuat pengamanan di medsos dan tim cyber," tambahnya.

Dirinya pun berpesan, jelang kontestasi pemilu 2019 tahun depan, masyarakat diharapkan tidak menggunakan black campaign sebagai bentuk kampanye kepada pilihannya.

"Kita ingin agar demokrasi berjalan secara demokratis, fair dan aman, dan oleh karena itu semua pihak yang berkontestan dan para pendukungnya agar menggunakan positif campaign," pungkasnya.

Sebelumnya, polisi menangkap menangkap pelaku penyebar berita hoaks kerusuhan aksi mahasiswa di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta beberapa saat lalu.

Polisi menangkap tersangka SA alias Suhada Al Syuhada Al Aqse di Jalan Muara II RT.005/005, Kelurahan Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

Menurut Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, penangkapan dilakukan setelah penyidik gabungan Cyber PMJ telah mengantongi dua alat bukti terkait perbuatan tindak pidana tersangka.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved