Inspektur Wilayah I Kemenkumham Periksa Lapas Pangkalpinang dan Narkotika

Inspektur Wilayah 1 pada Inspektorat Jenderal Kemenkumham, Budi melakukan inspeksi mendadak

Inspektur Wilayah I Kemenkumham Periksa Lapas Pangkalpinang dan Narkotika
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Inspektur Wilayah 1 pada Inspektorat Jenderal Kemenkumham, Budi melakukan inspeksi mendadak ke Lapas Kelas II A Pangkalpinang, Selasa (18/9/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM -- Inspektur Wilayah 1 pada Inspektorat Jenderal Kemenkumham, Budi melakukan inspeksi mendadak ke Lapas Narkotika Pangkalpinang dan Lapas Kelas II A Pangkalpinang, Selasa (18/9/2018).

"Ini enggak sidak, saya cuma memberikan penguatan dan saling mengingatkan bahwa apa yang terjadi di Sukamiskin tidak terjadi disini," katanya usai mengunjungi Lapas Kelas II A Pangkalpinang, Selasa (18/9/2018) sore.

Di dalam Lapas ia memeriksa beberapa blok tahanan para narapidana, masuk ke dalam blok-blok di dalam lapas termasuk lapas isolasi.

Saat memasuki blok tahanan, dirinya tampak memberikan arahan kepada para petugas dan juga bercengkrama dengan napi di dalam Lapas.

Usai memeriksa blok tahanan, ia melanjutkan memberikan pengarahan kepada pegawai di Lapas kelas II A Pangkalpinang. Sebelumnya, ia bersama rombongan mengunjungi Lapas Narkotika.

"Kita ingin memastikan bahwa kondisi yang ada di Lapas Narkotika dan disini apakah ada hal-hal yang kurang baik dan tidak sesuai SOP, ternyata saya lihat cukup baik dan saya lihat pegawainya masih muda integritasnya cukup baik," katanya.

Menurutnya, pihaknya selalu mengingatkan pegawai melaksanakan tugas kemasyarakatan merupakan hal yang tidak mudah, oleh karena itu perlu menjiwai, menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme. Ia juga meminta pegawai dan petugas untuk membaca aturan yang ada sehingga melaksanakan tugas sesuai aturan yang berlaku.

"Dua lapas ini masih sesuai dengan SOP, kalau ada beberapa kekurangan wajar, tapi kita punya keinginan dan harapan kita harus memperbaiki," tambahnya.

Disinggung adanya televisi yang berada di salah satu blok namun di luar ruang tahanan, ia mengatakan pihaknya sudah mengingatkan hal itu.

"Justru itu saya mengingatkan agar itu ditarik, kalau TV kaitannya tagihan listrik nanti tagihan membengkak, anggaran negara terbatas, ini minta ditarik secara bertahap karena kita harus memberikan pengertian kepada warga binaan ini tidak boleh, kita sudah punya SOP tidak boleh melebihi SOP yang ada," katanya.

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved