Pilpres 2019

Pilpres 2019 - Reaksi Jokowi Atas Ijtima Ulama II Dukung Capres-Cawapres Prabowo-Sandiaga Uno

Jokowi tidak mempersoalkan hasil Ijtima Ulama II Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF)‎ yang mendukung Prabowo-Sandiaga dalam Pilpres 2019.

Pilpres 2019 - Reaksi Jokowi Atas Ijtima Ulama II Dukung Capres-Cawapres Prabowo-Sandiaga Uno
Warta Kota/Henry Lopulalan
Presiden Joko Widodo, Berpidato pada Acara Pembekalan Kader Partai Persatuan Indonesia (Perindo) di Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat. Senin. (17/9/2018). Acara pembekalan caleg DPR Perindo ini mengangkat tema Raih Kemenangan untuk Indonesia Sejahtera yang diikuti 575 caleg DPR RI. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - ‎Presiden Joko Widodo tidak mempersoalkan hasil Ijtima Ulama II Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF)‎ yang mendukung Prabowo-Sandiaga dalam Pilpres 2019.

"‎Indonesia negara demokrasi, sering saya sampaikan ada satu kelompok pendukung pak Prabowo, ada kelompok lain dukung saya dan Kiai Maruf, ya ini demokrasi, silahkan enggak dilarang," ujar‎ Jokowi di Inews Tower, Jakarta, Senin (17/9/2018).

Menurut Jokowi, ada juga kelompok ulama yang mendukung Kiai Maruf yang merupakan ulama besar dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI)‎.

"Tidak bisa ditutup-tutupin, memang faktanya seperti itu," ucap Jokowi.

Baca: Kemenag Buka Lowongan 17.175 CPNS Guru, Dosen Hingga Penyuluh, Daftar di sscn.bkn.go.id

Meskipun terdapat perbedaan pilihan, Jokowi berharap dalam Pilpres nantinya mengedepankan gagasan program atau ide-ide yang akan dijalankannya ke depan.

"‎Pemilu kontestasi gagasan, hasil kerja prestasi rekam jejak, jangan sampai kita dalam pilpres ini memakai SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) lagi, cara fitnah yang saya kira tidak mendewasakan mematangkam demokrasi kita," tutur Jokowi.

Bakal calon wakil presiden Kiai Ma'ruf Amin juga tidak mempersoalkan Ijtima Ulama 2 yang mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Ma'ruf mengikuti rapat bersama tim kampanye nasional koalisi Indonesia kerja, Senin (17/9/2018). Dalam rapat itu, ucap Ma'ruf, tim tidak membahas soal hasil Ijtima Ulama 2 yang mendukung kubu Prabowo-Sandiaga.

"Enggaklah. Karena bagi kita enggak ada masalah Ijtima Ulama itu. Apalagi, sebelumnya ada pertemuan ulama pesantren, ulama besar-besar, ulama yang pimpinan pesantren. Jadi buat kita, Ijtima Ulama 2 tidak memberi pengaruh apa-apa," ujar Ma'ruf di kantor tim kampanye nasional koalisi Indonesia kerja, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018).

Ma'ruf meyakini, dukungan dari pimpinan-pimpinan pondok pesantren lebih berpengaruh besar dibandingkan Ijtima Ulama. Ia pun tak mempersoalkan, beberapa ulama yang mendukung Prabowo.

"Silakan Anda mau ke sana silakan, mau ke sini silakan. Kita sudah tenang, karena kiai-kiai besar sudah mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin. Jadi senang sekali," tutur Ma'ruf.

Baca: Marah-marah Tak Baik untuk Kesehatan, Berikut 5 Kiat Efektif Mengontrol Emosi

Menurut Ma'ruf, Ijtima Ulama tidak mewakili seluruh ulama yang ada di nusantara. Sebab, ia mengatakan, terdapat 400 kiai-kiai besar, yang sudah menyatakan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf pada pemilihan presiden 2019.

"Ijtima Ulama, tinggal ulamanya mana, dari pesantren mana, siapa ulamanya," tutur Ma'ruf.

Untuk diketahui, hasil Ijtima Ulama II Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) memutuskan secara resmi mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno di Pilpres 2019.

"Kita, di tempat ini, Ijtima Ulama yang kedua dan Pakta Integritas yang telah kita tanda tangani akan kita serahkan kepada paslon Prabowo Subianto," kata Ketua GNPF Ulama, Muhammad Yusuf Martak di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018). (Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono/Dennis Destryawan)

Baca: Live Streaming China Open 2018, Tonton Aksi Jonatan Christie dkk Mulai Hari Ini Pukul 11.00 WIB

Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved