Bupati Belitung Pastikan Seleksi CPNS Transparan

Bupati Belitung H Sahani Saleh memastikan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Negeri Laskar Pelangi akan berlangsung secara transparan

Bupati Belitung Pastikan Seleksi CPNS Transparan
Pos Belitung/Disa Aryandi
Sahani Saleh 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem), Rabu (19/9/2018) memastikan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Negeri Laskar Pelangi akan berlangsung secara transparan.

Salah satu bentuk transparan kini sudah dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Belitung dengan mengumumkan formasi CPNS di media cetak.

"Tidak ada lagi yang tidak transparan, formasi sudah dibuka. Kemudian nanti, tes sudah menggunakan sistem CAT (Computer Asissted Test), yang yang menentukan lulus tidak lulusnya peserta itu sendiri," kata Sanem kepada posbelitung.co.

Kata Sanem, tidak ada satu orang yang bisa menjanjikan sebuah kelulusan di seleksi CPNS. Lantaran hasil tes tersebut langsung keluar, setelah peserta mengisi jawaban di Komputer yang telah disediakan oleh Badan Kepegawaian dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Belitung.

Ada tiga cakupan materi yang harus dipahami oleh peserta, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Inteligensia Umum (TIU) dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Tiga cakupan itu, masing-masing memiliki standar penilaian kelulusan.

"Jadi setelah mengisi itu terlihat nilai nya langsung. Kalau dinyatakan lulus, nanti melihat lagi diurutan keberapa, jadi ada passing grade. Jadi tidak ada cerita bisa lulus karena orang lain, semua nya sudah transparan," ucapnya.

Apabila salah satu dari tiga cakupan itu tidak lulus, kata Sanem, maka peserta dinyatakan tidak lulus. Sebab itu sudah tersistem dan sudah menjadi peraturan seleksi penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Katakanlah, di wawasan kebangsaan nilai nya tidak cukup atau tidak lulus, maka peserta itu dinyatakan tidak lulus. Jadi harus tiga item itu mendapatkan nilai yang bagus, sebagaimana sudah dilakukan pada seleksi CPNS sebelumnya," bebernya.

Menurut Sanem, berapa standarisasi kelulusan bagi peserta CPNS untuk bisa lulus, sejauh ini mereka belum mengetahui. Namun nilai tertinggi di rangking pertama, apabila pada formasi tersebut hanya diambil satu orang maka peserta tersebut yang lulus.

"Kalau tidak cukup, ya mau tidak mau gugur. Jadi apabila ada oknum yang menjanjikan kelulusan, jangan percaya karena itu sudah pasti hoax dan itu sangat tidak mungkin, saya himbau peserta jangan sampai dibohongi, soal janji-janji kelulusan ini," jelasnya.

Sebab, lanjut Sanem, tidak ada satu orang pun yang bisa menerobos kepastian kelulusan tersebut, lantaran semua tahapan seleksi sudah transparan dan terkomputerisasi.

"Karena jelas, yang mengisinya dia sendiri dan yang membaca soal dia sendiri. Begitu selesai, di klik ok, langsung keluar nilainya," pungkasnya. (*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help