Pangkalpinang Dapat WTP, Ini Tanggapan Rio Setiady Jangan Terlena Hal Lain Perlu Dibenahi

Anggota Pansus 2 DPRD Kota Pangkalpinang, Rio Setiady melontarkan kritikan dan evaluasi terhadap hasil kerja Pemkot Pangkalpinang

Pangkalpinang Dapat WTP, Ini Tanggapan Rio Setiady Jangan Terlena Hal Lain Perlu Dibenahi
Bangka Pos / Dedy Qurniawan
Wakil Ketua Komisi III DPRD Pangkalpinang, Rio Setiady 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Anggota Pansus 2 DPRD Kota Pangkalpinang, Rio Setiady melontarkan kritikan dan evaluasi terhadap hasil kerja Pemkot Pangkalpinang selama lima tahun terakhir, 2013-2018.

" Kita ingin Pemkot Pangkalpinang menyampaikan kepada DPRD dan masyarakat, apa saja yang menjadi program unggulan Pemkot, yang bisa kita banggakan selama lima tahun kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota selama lima tahun terakhir ini," kata Rio, Rabu (19/09/2018) di DPRD Kota Pangkalpinang.

Dilanjutkannya, diketahui banyak hal-hal yang menjadi catatan DPRD, mulai dari penyampaian data, tinjauan lapangan dan hasil evaluasi belum banyak program yang bisa dibanggakan.

"Kita minta Pemkot menyampaikan, apakah di bidang pendidikan, kesehatan, pariwisata, pengangguran, ekonomi, lingkungan dan lainnya. Predikat WTP yang didapat Pemkot memang itu suatu prestasi, tapi apa lagi yang bisa kita banggakan, memang seumur hidup baru kali ini Pemkot dapat WTP di tahun 2017-2018," ungkapnya.

Ditambahkannya, hasil evaluasi LKPJ Walikota lima tahun terakhir ini yang banyak disoroti soal kesehatan, pelayanan rumah sakit umum, indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan OPD dan hal lainnya.

"Pelayanan rumah sakit umum masih banyak mendapatkan keluhan termasuk juga puskesmas masih banyak hal yang harus dibenahi," ujarnya.

Diakuinya, di bidang pendidikan memang betul Kota Pangkalpinang mendapatkan indeks pembangunan manusia tertinggi di Provinsi Kep. Babel. Angka pelajar putus sekolah kecil dan hasil ini bisa dibanggakan.

"Tapi soal pemerataan fasilitas pendidikan belum baik, ada sekolah yang fasilitasnya mewah banget tapi banyak juga sekolah yang tidak. Kita berharap ke depan ada pemerataan di seluruh sekolah ini, kita berharap ada perubahan kebijakan jangan sampai ada kesan berat sebelah dalam pembangunan sekolah," tukasnya.

Diakuinya, Pangkalpinang ini tidak memiliki sektor pertambangan, tidak ada sawah, perkebunan, hutan, yang punya hanya perdagangan dan jasa. Sebagai kota kecil maka sektor pariwisata itu menjadi hal yang mutlak dikembangkan.

"Kunjungan wisatawan ke Pangkalpinang besar, dari data yang disampaikan terus meningkat setiap tahun, namun sayangnya kita belum mempunyai ikon pariwisata. Orang kalau ke Jogja langsung ingat gudeg, tugu tapi kalau ke Pangkalpinang belum ada yang bisa diingat orang," imbuhnya.

Dilanjutkannya, karena itu DPRD mendorong Pemkot untuk membuat kajian oleh para ahli dan akademisi agar Pangkalpinang memiliki ikon sehingga namanya melambung dikenal banyak orang.

"Pantai kita sudah semakin hancur, harusnya kita berpikir apa yang harus kita selamatkan," imbuhnya.

Rio berharap ke depan Pemkot Pangkalpinang bisa konsisten dalam melaksanakan program-program.

'Sebenarnya memang banyak program Pemkot Pangkalpinang yang bagus, seperti Kota Layak Anak, Cyber City juga bagus tapi sayang tidak ada berkelanjutan, setelah dideklarasikan lalu bikin seremoni setelah itu hilang, sebenarnya kalau kita mau seriusi satu saja akan bagus, tapi ini tidak begitu sudah launching lalu hilang," imbuhnya.(*)

Penulis: edwardi
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help