Gaji Tak Dibayar, 12 Pekerja Smelter Ngadu ke Disnakerindag

Para Pekerja Smelter di Kawasan Industri Jelitik Sungailiat mengadukan nasib mereka,ke Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan

Gaji Tak Dibayar, 12 Pekerja Smelter Ngadu ke Disnakerindag
Bangka Pos / Nurhayati
Para Pekerja Smelter di Kawasan Industri Jelitik Sungailiat saat mengadukan nasib mereka, Kamis (20/9/2018) ke Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan (Disnakerindag) 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Para Pekerja Smelter Inti Stania Prima (ISP) di Kawasan Industri Jelitik Sungailiat mengadukan nasib mereka, Kamis (20/9/2018) ke Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan (Disnakerindag) Kabupaten Bangka.

Pasalnya gaji mereka tiga bulan dan insentif lembur saat lebaran tidak dibayarkan oleh pihak perusahaan. Untuk itu mereka menuntut pihak perusahaan agar gaji mereka dibayarkan.

Bahkan sebagian karyawan ISP sudah dirumahkan oleh pihak perusahaan smelter tersebut.

"Kami mengadu kesini (Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka--red) karena dari Januari dibayar hanya 40 persen, pada Bulan Juli dibayar 50 persen, Agustus full belum dibayar dan insentif lebaran atau lembur saat lebaran beluk dibayar. Kita dijanjikan terus, ada sebagian karyawan yang dirumahkan," keluh Perwakilan Karyawan ISP, Ruslan kepada Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka Susilawati dan Plt Kabid Hubungan Industrial Indra saat menyampai aspirasi mereka, Kamis (20/9/2018) di Kantor Disnakerperindag Kabupaten Bangka.

Diakuinya saat ini kondisi perusahaan sedang tidak produksi sehingga sebagian pekerja dirumahkan. Pihaknya sudah menemui atasan Smelter ISP tetapi tidak ada titik terangnya dari pihak perusahaan mengenai gaji mereka.

"Sekarang kami sudah dirumahkan sejak dua hari ini. Dirumahkan itu belum ada kesepakatan dibayar berapa karena tidak produksi lagi maka dilakukan pengurangan orang," sesal Ruslan bersama 11 rekan kerjanya saat menemui pihak Disnakerindag Kabupaten Bangka.

Dia berharap agar pihak Disnakerindag Kabupaten Bangka bisa menyelesaikan masalah pembayaran gaji mereka dan juga tidak dirumahkan oleh pihak perusahaan ISP.

Selama ini diakui Ruslan dia sudah bekerja selama enam tahun di ISP dimana gaji mereka lancar tetapi sejak Januari 2018 pembayaran gaji mulai tidak lancar.

Mereka juga menanyakan ke pihak Disnaker Kabupaten Bangka mengenai perjanjian kerja karena selama tahun ini, kontrak kerja mereka diperpanjang selama per tiga bulan sekali.

"Makanya kami mau mengadukan ke disnakerindag mengenai permasalahan ini juga. Selama dirumah kan kontrak kerja kami masih berlaku sampai November 2018," ungkap Ruslan.

Pihaknya juga sudah mengadu ke Pengawas Tenaga kmKerja Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dimana pihak pengawas tenaga kerja provinsi tersebut akan datang ke Smelter ISP untuk menanyakan langsung kepada pihak perusahaan mengenai pembayaran gaji yang ditunggak dan mengapa merumahkan para pekerja perusahaan smelter tersebut.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help