Penjelasan Dindikbud dan SDN 3 Pangkalpinang Soal Kabar Dugaan Percobaan Penculikan Beredar di WA

Kabar dugaan percobaan penculikan di SDN 3 Pangkalpinang beredar di sejumlah grup Whats App sejak Kamis (20/9/2018) dan Jumat (21/9/2018).

Penjelasan Dindikbud dan SDN 3 Pangkalpinang Soal Kabar Dugaan Percobaan Penculikan Beredar di WA
ilustrasi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM - Kabar dugaan percobaan penculikan di SDN 3 Pangkalpinang beredar di sejumlah grup Whats App sejak Kamis (20/9/2018) dan Jumat (21/9/2018). Pengamatan bangkapos.com, ada sejumlah versi informasi yang beredar mengenai ini.

Pertama, informasi menyebutkan ada percobaan penculikan terhadap siswa di SDN 3 Pangkalpinang. Namun, percobaan penculikan siswa itu gagal karena ketahuan satpam sekolah dan pelakunya kabur.

Pemberi informasi kemudian meminta meminta aparat kepolian untuk memberikan perhatian pada kasus yang diinformasikan. Modus yang dilaporkan adalah pelaku dugaan percobaan penculikan disuruh oleh orangtua siswa tersebut menjemput.

Informasi kedua yang beredar adalah laporan intelkam polisi yang bersifat rahasia dalam bentuk dokumen PDF. Isinya adalah pendalaman terhadap informasi yang beredar sebelumnya.

Dalam laporan tersebut, polisi diketahui mewawancara orangtua dan siswa yang dilaporkan menjadi korban. Berdasarkan laporan intelkam tersebut, orangtua siswa yang mendapatkan laporan dari anaknya menceritakan bahwa kejadian ini terjadi pada Kamis (19/9/2018) saat anaknya sedang membeli es krim pada jam pulang sekolah.

Percobaan penculikan dilaporkan gagal karena si siswi menolak ajakan pelaku yang dilaporkan mengenakan helm dan bermasker. Pedagang eskrim (bukan Satpam seperti informasi pertama) juga disebut pernah menanyakan kepada siswa tersebut dan mendatangi lelaki berhelm dan bermasker tersebut, namun pelaku langsung pergi.

Belum ada konfirmasi atas validasi laporan intelkam ber-kop Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Kepulauan Bangka Belitung Resor Pangkalpinang itu. Laporan intelkam itu dibuat 21 September 2019.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pangkalpinang Eti Fahriaty mengaku kebingungan dengan informasi yang beredar ini. Ia sudah mengontak Kepala SD N 3 Pangkalpinang Rofidah Rosidi untuk menanyakan kebenaran informasi yang beredar.

Eti mengatakan, Rofidah menyebut tidak ada satpam sekolahnya menggagalkan dugaan percobaan penculikan tersebut. Rofidah, kata Eti, juga mengonfirmasi informasi ini kepada guru-guru lain.

Halaman
123
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved