Rawan Begal dan Penculikan, FKRT Minta Ketua RT Tingkatkan Kewaspadaan Lingkungan

Forum Komunikasi Rukun Tetangga (FKRT) Kabupaten Bangka meminta para Ketua RT di Kabupaten Bangka agar waspada

Rawan Begal dan Penculikan, FKRT Minta Ketua RT Tingkatkan Kewaspadaan Lingkungan
istimewa
Gustari 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM --  Forum Komunikasi Rukun Tetangga (FKRT) Kabupaten Bangka meminta para Ketua RT di Kabupaten Bangka agar waspada karena saat ini rawan begal dan penculikan.

Untuk itu FKRT Kabupaten Bangka mengimbau agar meningkatkan kewaspadaan lingkungan.

Menurut Pendiri FKRT Kabupaten Bangka Gustari saat ini Bangka sudah disusupi oleh para begal dan penculikan sehingga membuat masyarakat ketakutan.

Untuk itu ia mengharapkan pengurus FKRT kecamatan dapat berkoordinasi langsung dengan pihak Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinsa) setempat untuk mengadakan pengawasan terhadap warga pendatang atau orang orang yang dicurigai serta melakukan pemetaan daerah yang di nilai rawan kejahatan.

"Sebenarnya kita dari FKRT sudah mengirimkan draf tentang bertamu dan bertetangga. Draf itu kita sampaikan kepada Bupati Bangka Pak Rarmizi namun sampai saat ini belum dibuat perbup (peraturan bupati--red), padahal dalam aturan tersebut mengatur para pendatang yang masuk Bangka," ungkap Gustari kepada bangkapos.com, Sabtu (22/9/2018)di Sungailiat.

Dikatakannya permasalahan sekarang di lapangan banyak ketua RT yang tidak punya keberanian untuk merazia pendatang atau memberikan sanksi kepada pendatang apabila tidak melaporkan diri.

Untuk itu lanjutnya melalui perbup tersebut para Ketua RT dapat didampingi oleh petugas satpol pp yang ada di kecamatan untuk melakukan razia.

"Namun untuk kasus penculikan di sekolah kami mengharap adanya program dari pemerintah pengadaan CCTV dan pengetatan pengamanan di sekolah serta adanya WA grup untuk orang tua yg mempunyai anaknya di sekolah tersebut yang adminya pihak sekolah," saran Gustari.

Sedangkan untuk lokasi yang di anggap rawan kejahatan dapat di buat posko atau tempat poskamling.

Dia juga berharap adanya peran desa dalam menjaga keamanan di desa.

"Kita memohon dapat menganggarkan dana patroli dan pengadaan alat komunilasi seperti walkie talki," kata Gustari.

Menurutnya jika permasalahan ini tidak diatasi dan tidak ada dukungan dari warga masyarakat maka para begal dan penculik akan merajalela.

"Penanganan tindakan kejahatan seperti ini harus mendapat dukungan dari warga sendiri agar pihak kepolisian dapat mudah menangkap para tersangka," harap Gustari.

Penulis: nurhayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved