RS Almah Belitung Habis Izin Operasional, Pasien Cuci Darah Dialihkan ke Klinik Ray Care

Kepala Dinas Kesehatan Babel, Mulyono Susanto mengatakan izin operasional RS Almah berakhir pada 19 September 2018 lalu

RS Almah Belitung Habis Izin Operasional, Pasien Cuci Darah Dialihkan ke Klinik Ray Care
Bangkapos/irakurniati
Kepala dinas kesehatan Provinsi Bangka Belitung, Mulyono Susanto 

BANGKAPOS.COM - Berakhirnya masa izin operasional RS Almah Belitung berdampak pada pelayanan hemodilisa khususnya pasien yang memiliki masalah fungsi ginjal yang tidak bisa melakukan cuci darah.

Kepala Dinas Kesehatan Babel, Mulyono Susanto mengatakan izin operasional RS Almah berakhir pada 19 September 2018 lalu. Hal ini membuat RS Almah terhapus dari data BPJS Kesehatan sehingga tidak bisa melayani pasien BPJS lagi.

"Dengan kondisi seperti ini, masalah yang akan timbul adalah pasien yang memiliki masalah fungsi ginjal tidak dapat mendapatkan pelayanan cuci darah atau hemodilisa (HD). Diperkirakan, setiap hari ada delapan belas pasien yang mendapatkan pelayanan tersebut di RS Almah," kata Mulyono melalui rilis yang diterima Bangka Pos.

Untuk mengatasi hal ini, para pasien sementara waktu akan dialihkan ke Klinik Ray Care, yang merupakan satu-satunya yang bisa melayani di Belitung.

"Saya sudah mengonfirmasi langsung Direktur RS. Almah dan dr. Dhenta, penanggung jawab Klinik Ray Care mengenai hal ini. Klinik Ray Care sepakat akan menambah shift layanan, yaitu dari dua shift menjadi empat shift, dan akan dimulai besok pagi (22/09/2018)," katanya.

Menurutnya, penambahan ini cukup untuk menampung delapan belas pasien tambahan tersebut.

Untuk diketahui, RSU Marsidi Yudono akan membangun gedung HD dan akan beroperasional pada Januari 2019, dengan kapasitas sepuluh sampai dengan lima belas pasien per hari.

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved