Sikap Yenny Wahid Saat Ditanya Keluarga Gus Dur Dukung Jokowi atau Prabowo

Yenny Wahid selaku perwakilan keluarga Gus Dur untuk urusan politik, yang juga memimpin organisasi bernama Wahid Institute memberikan jawaban

Sikap Yenny Wahid Saat Ditanya Keluarga Gus Dur Dukung Jokowi atau Prabowo
bbc
Keluarga Gus Dur Dukung Jokowi atau Prabowo? Begini Jawab Yenny Wahid 

BANGKAPOS.COM  - Keluarga Gus Dur akan mendukung Jokowi atau Prabowo Subianto di Pilpres 2019? Atau malah netral?

Yenny Wahid selaku perwakilan keluarga Gus Dur untuk urusan politik, yang juga memimpin organisasi bernama Wahid Institute memberikan jawaban panjang lebar saat ditanya oleh wartawan BBC terkait ke mana arah dukungannya.

"Yang akan netral adalah ibu saya. Kalau saya belum maqomnya (untuk bersikap netral), karena masih muda. (Orang) Muda itu memang harus bekerja, harus berikhtiar," kata Yenny, kelahiran 1974, dalam wawancara khusus dengan wartawan BBC News Indonesia, Heyder Affan, di kediamannya di Cipete, Jaksel, Senin (3/9) silam.

Sepekan ini, rumah keluarga Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan didatangi Presiden Jokowi, calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Uno. Sedangkan Ma'ruf Amin belum berkunjung ke kediaman keluarga Gus Dur tersebut.

Jokowi berkunjung 7 September, Sandiaga 10 September dan Prabowo 13 September. Mereka bertemu istri almarhum Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid dan putri keduanya, Yenny Wahid, serta putri pertama, Alissa Wahid, dalam acara yang disebut sebagai silaturahmi.

Tentu saja, kunjungan ini tidak bisa dilepaskan dari pertarungan politik memperebutkan kursi presiden, apalagi kedua kubu kemudian menawari Yenny Wahid - putri kedua Gus Dur - untuk menjadi tim sukses masing-masing.

Peristiwa politik di Ciganjur ini lantas menimbulkan macam-macam tafsir di masyarakat. Apakah keluarga Gus Dur akan mendukung Jokowi, Prabowo Subianto atau netral?

Yenny yang bernama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid mengaku belum menentukan sikap politik keluarga Gus Dur. Dia menyatakan masih akan mendengar misi dan visi kedua capres pada Minggu, 23 September nanti.

"Secara spiritual, kami juga memerlukan untuk mencoba meneropong 'suara langit' ini seperti apa, mana yang baik yang seharusnya kami dukung," ungkapnya seraya menyebut nama ulama termasyhur asal Suriah.

Dalam wawancara, Yenny menyebut dirinya sebagai bagian "NU kultur" dan bukan "NU struktur". Dia menjelaskan bahwa NU struktur diwakili organisasi Nahdlatul Ulama yang saat ini dipimpin Said Aqil Siradj.

Halaman
123
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help