Skema Baru Dirancang, Gaji dan Tunjangan Honorer Bakal Sama dengan ASN, Cuma Ini Bedanya

Tenaga honorer pendidikan dan kesehatan yang tidak lolos seleksi CPNS tahun 2018 akan diakomodir PP PPPK.

Skema Baru Dirancang, Gaji dan Tunjangan Honorer Bakal Sama dengan ASN, Cuma Ini Bedanya
Istimewa
ilustrasi honorer 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Tenaga honorer yang tidak lolos seleksi CPNS tahun 2018 khususnya tenaga pendidikan dan kesehatan tetap bisa menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka akan diakomodir PP Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang saat ini dalam tahap penyelesaian.

"Pemerintah memberikan solusi bagi tenaga honorer yang tidak lolos tes CPNS atau tidak memenuhi persyaratan untuk mengikuti CPNS] dengan membuat RPP PPPK dan proses rekrutmentnya akan dilakukan setelah ujian CPNS selesai," ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin, dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Jumat (21/9/2018).

Bahkan lanjut Syafruddin meskipun tenaga honorer tersebut tetap gagal menjadi ASN melalui jalur P3K, ia tetap akan bekerja di instansi awal dengan penyesuaian upah sesuai Upah Minimum Regional (UMR).

Baca: CPNS 2018 - Ini Daftar Lengkap 30 Kementerian yang Buka CPNS Berikut Formasi dan Linknya

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko menambahkan, rencana penerbitan peraturan pemerintah ini dalam rangka mencari putra-putri terbaik bangsa sebagai ASN, yang dilakukan melalui seleksi yang terbuka, adil, obyektif, transparan, dan bebas dari KKN.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), ASN terdiri dari dua, yakni pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Saat ini, pemerintah tengah melakukan penataan SDM Aparatur, dengan tujuan mewujudkan ASN yang profesional dan berdaya saing.

"Saat ini terdapat masalah ketidakjelasan status orang yang saat ini bekerja di birokrasi tetapi bukan berstatus PNS. Contoh kasus di bidang pendidikan terdapat 735.825 guru non PNS yang bekerja di sekolah negeri tanpa ada kepastian status (honorer), hal ini dapat diselesaikan antara lain dengan opsi status PPPK yang dari aspek tertentu lebih fleksibel dibandingkan dengan PNS," kata Moeldoko.

Tetap seleksi

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menjelaskan pegawai honorer yang tidak lolos tes CPNS 2018 tetap harus mengikuti seleksi dan persyaratan yang sebagaimana juga akan diatur dalam PP.

"Tentu saja ada persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan untuk menjadi PPPK. Dari sisi kualitas dan juga dari sisi usia. Itu pasti akan ditentukan lebih lanjut. Namun kualitas itu diperlukan untuk menjamin bahwa dunia pendidikan dan kesehatan memiliki standar pelayanan yang tinggi. Khusus untuk tenaga guru tenaga honorer dan tenaga kesehatan," kata Bima.

Baca: CPNS 2018 - Lulusan SMA Bisa Ikut Tes CPNS di Sejumlah Kementerian, Ini Daftar Lembaga yang Buka

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help