Video

Begini Pengakuan Saksi Selamat Laka Maut di Jembatan Emas

Kecelakaan lalulintas, Laka Tunggal Mobil Honda CRV terjun bebas di Jembatan Emas Airanyir Merawang Bangka, kemarin malam masih mengundang tanya

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kecelakaan lalulintas, Laka Tunggal Mobil Honda CRV terjun bebas di Jembatan Emas Airanyir Merawang Bangka, kemarin malam masih mengundang tanya.

Penyidik Satlantas Polres Bangka terus melakukan penyelidikan penyebab terjadinya kecelakaan hingga menewaskan dua korban jiwa.

"Kita sudah lakukan pemeriksaan beberapa saksi, termasuk korban di rumah sakit. Mengenai penyebab kejadian, sudah diketahui," kata Kapolres Bangka AKBP M Budi Ariyanto diwakili Kasat Lantas AKP Febri Surya W kepada Bangka Pos, Minggu Siang (23/9/2018). Berikut pengakuan korban, seperti didokumentasikan dalam video Penyidik Kepolisian, usai kejadian.

Sebelumya disebutkan, Sodriyanto (44), memacu mobil terlalu kencang hingga tak menyadari Pintu Jembatan Emas, Airanyir Merawang Bangka, yang bakal ia lalui sedang terbuka.

Laju mobil yang ia kemudikan terus menerobos hingga akhirnya terjun bebas ke jurang, membuatnya tewas seketika.

Tak hanya sopir, tiga penumpang dalam mobil naas tadi ikut melambung dari ketinggian 20 meter hingga mendarat di bawah jembatan. Lia Meilawati (23), satu diantara tiga penumpang ditemukan tewas, sedangkan Adel (20) dan Alfira Oktaviani (26), luka-luka.

Kapolres Bangka AKBP M Budi Ariyanto, diwakili Kasat Lantas AKP Febri Surya W kepada Bangka Pos Groups, Sabtu Malam (22/9/2018), menjelasan kronologis kejadian.

"Kronologis kejadian bermula saat mobil Honda CRV BG 1325 ZG yang dikemudikan Saudara Sodriyanto melaju dari arah Airanyir Merawang menuju arah Pangkalpinang," kata Kasat.

Saat itu di dalam mobil, selain sopir berisi tiga orang penumpang, masing-masing Lia Meilawati (23), Adel (20) dan Alfira Oktaviani (26). Sopir dan tiga penumpang melintasi Jembatan Emas diperkirakan selepas magrib, sekitar Pukul 18.30 WIB.

Pada saat bersamaan, sebuah kapal besar bakal melintasi alur sungai sehingga pintu Jembatan Emas, dibuka atau tak dapat dilalui oleh mobil dan motor.

Seharusnya Sodriyanto segera balik arah, namun karena kecepatannya terlalu kencang, mobil yang ia kemudian terus menerobos hingga terjadilah kecelakan itu.

"Pada saat di Jembatan Emas, jalan dan rambu sudah ada tanda peringatan agar tidak melintas. Akan tetapi pengemudi memaksakan tetap melaju, pada saat jembatan sudah mulai dibuka sehingga pengemudi tersebut masuk ke dalam jurang jembatan tersebut kurang lebih dari ketinggian 20 meter," kata Kasat.

Hempasan keras membuat kondisi mobil rusak parah. Begitu pula sopir dan penumpang mengalami luka sangat serius dan sempat dilarikan ke rumah sakit, RSUP Propinsi Babel di Airanyir. Namun nyawa dua diantara mereka tak terselamatkan.

"Yang meninggal dunia, Sodriyanto (44), PNS, beralamat di Gg Palapinang Gabek Pangkalpinang dan Lia Meilawati (23), pekerjaan wiraswasta, Warga Jl Soekarno Hatta Bukit Besar Pangkalpinang," katanya.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help