Anak Buah Kecelakaan, Pemilik Tambang Ditahan Polisi

Effendi alias Pendi pemilik tambang timah di Kawasan hutan Dusun Tekongpoi Desa Bintet Belinyu Bangka di Tahan di Mapolsek Belinyu.

Anak Buah Kecelakaan, Pemilik Tambang Ditahan Polisi
Istimewa
Tampak lokasi tambang timah (TN) di lokasi hutan produksi (HP) Tekongpoi Desa Bintet Belinyu Bangka dan tampak mayat korban berlumuran lumpur, saat ditemukan, Selasa (18/9/2018) malam. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Effendi alias Pendi pemilik tambang timah di Kawasan hutan Dusun Tekongpoi Desa Bintet Belinyu Bangka di Tahan di Mapolsek Belinyu.

Kapolres Bangka AKBP M Budi Ariyanto diwakili Kabag Ops Kompol S Sophian, Senin (24/9/2018) mengatakan, penetapan status tersangka beberapa hari lalu oleh Penyidik Polsek Belinyu.

"Efendi telah diperiksa sebagai tersangka pada Hari Rabu, Tanggal 19 September 2018 lalu," katanya.

Sejak resmi ditetapkan sebagai tersangka, proses hukum dipastikan berlanjut. Pihak penyidik kepolisian sektor setempat dipastikan bakal melimpahkan perkara ini kepada Jaksa Cabjari Belinyu, jika berkas telah lengkap.

"Sedangkan tersangka ditahan di Mako Polsek Belinyu sejak tanggal 19 September 2018," katanya.

Kematian dua pekerja di tambang timah milik Tersangka Efendi alias Pendi menurut Sophian, merupakan pelanggaran hukum. Apalagi tambang dimaksud tidak memiliki legalitas dari pihak berwenang.

"Tersangka dikenakan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 RI Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara atau Pasal 359 KUHP," tegasnya.

Secara terpisah, Kepala Kantor Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Belinyu, Dede MY dikonfirmasi Bangka Pos Groups, Senin (24/9/2018) mengaku belum menerima berkas dari penyidik kepolisian sektor setempat. Dede menduga, perkara yang dimaksud masih ditangani oleh penyidik.

"Belum masuk ke kita, mungkin masih di penyidik kepolisian," katanya.

Seperti diketahui, dua pekerja tambang ilegal bernama Chandra dan Jailani ditemukan tewas terkubur longsoran tanah di lubang camui tambang.

Kronologis kejadian pada Hari Selasa Tanggal 18 September 2018 sekira jam 08.00 WIB, korban bersama tiga orang temannya bekerja di dalam lubang camui tambang timah nonkonvensional (TN) kedalaman kurang lebih 9 meter di Dusun Tekongpoi Desa Bintet Belinyu. Menjelang tengah hari, dua di antara lima pekerja ini, istirahat, naik ke pondok.

Sedangkan tiga pekerja, termasuk dua korban masih berada di lubang tambang.

Kemudian sekitar Puku 12.30 WIB, pada saat korban (Chandra dan Jailani) bersama satu orang temannya (Riduan) sedang menyemprot tanah tiba-tiba tanah yang ada di depan korban longsor lalu menimbun korban bernama Chandra dan Jailani.

Jasad mereka ditemukan beberapa jam setelah kejadian.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved