Caleg Beltim Mulai Kampanye Lewat Medsos

Media sosial (Medsos) seperti Facebook, sejak masa kampanye sudah dipenuhi dengan wajah-wajah para caleg dari setiap daerah pemilihan.

Caleg Beltim Mulai Kampanye Lewat Medsos
posbelitung/suharli
15 Bendera Parpol peserta Pemilu di Kabupaten Belitung Timur. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Suharli

 

BANGKAPOS.COM  - Masa kampanye Pemilu Legislatif sudah dimulai pada (23/9) 2018 kemarin, para calon anggota legislatif diperbolehkan untuk melakukan kegiatan kampanye, diantaranya melalui media sosial.

Media sosial (Medsos) seperti Facebook, sejak masa kampanye sudah dipenuhi dengan wajah-wajah para caleg dari setiap daerah pemilihan.

Terkait kampanye di medsos, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Beltim Rizal mengatakan hal tersebut memang diperbolehkan. Namun ada kewajiban melaporkan akun media sosial yang akan digunakan untuk mensosialisasikan diri selama masa kampanye.

"Akun media sosial memang wajib dilaporkan, satu hari paling lambat sebelum masa kampanye. Setiap parpol tentunya sudah mendaftarkan akun medsosnya, tapi ada juga parpol belum atau tidak punya akun medsos," kata Rizal kepada Pos Belitung, (24/9/2018).

Rizal menjelaskan KPU Beltim hanya mengikuti ketentuan yang ada dalam PKPU terkait kampanye. Termasuk membatasi akun media sosial sebanyak sepuluh akun per aplikasi untuk tiap partai politik.

"Terkait jumlah peraplikasinya sepuluh, setiap parpol sepuluh. Tapi kita untuk medsos perorangan tidak secara eksplisit dijelaskan dalam PKPU," ujar Rizal.

Meski sudah didaftarkan satu hari sebelum masa kampanye dimulai, pihak KPU Beltim belum bisa menginventarisir jumlah akun media sosial yang didaftarkan.

"Makanya ada juga parpol yang mendaftarkan akun milik calegnya selain milik parpol. Mengenai jumlah kami belum menginventarisir, baru masukan saja dari parpol, kami sampaikan juga ke Bawaslu Beltim mengenai akun medsos," jelas Rizal.

Rizal menyampaikan sesuai PKPU 28 tahun 2018, aturan kampanye menggunakan media sosial sama dengan metode kampanye lainnya. 

"Yang dibolehkan seperti kampanye visi misi, program partai, nomor urut partai, lambang partai, bendera, itu yang diperkenankan untuk di posting di akun medsos tentunya harus tertib tidak menyebarkan hoak maupun SARA," ujarnya.

Kampanye melalui medsos intinya sama dengan model lainnya, Kampanye tersebut juga akan diawasi oleh Bawaslu. (*)

Penulis: Suharli
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved