Dubes RI Untuk Singapura Bawa Rombongan Investor ke Belitung, Ini Rencananya

Kedatangan Dubes RI untuk Singapura itu secara langsung diterima oleh Bupati Belitung H Sahani Saleh

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Terdapat puluhan investor asal Singapura, Selasa (25/9/2018) didatangkan langsung oleh Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia (RI) untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya dan PT Meeting Tomorrow's Need's (MTN) Bersatu Sukses ke Kabupaten Belitung.

Mereka lantas melakukan pertemuan diruang sidang Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Belitung.

Kedatangan Dubes RI untuk Singapura itu secara langsung diterima oleh Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) serta sejumlah pejabat teras dilingkungan Belitung.

Asisten 1 Setda Pemkab Belitung Mirang Uganda, Asisten 1 Pemprov Bangka Belitung Yulizar dan Staf Khusus Pemda Belitung H Edi Kodri (Buyung) hadir pada pertemuan tersebut.

Didalam pertemuan tersebut, khusus untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung memberikan berbagai paparan tentang peluang Investasi di Negeri Laskar Pelangi.

Yaitu Airport Development, KEK Tanjung Kelayang, Industrial Esttes, Marina Beach Construction, Island Tourism Development Center.

"Mereka (Investor) mewakili lembaga yang menangani pariwisata, dan lembaga yang membicarakan tentang potensi investasi berupa infrastruktur, serta pertanian," kata Duber RI untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya kepada Posbelitung.co, Selasa (25/9/2018) usai melakukan pertemuan.

Peluang investasi itu, sangat besar ada di Belitung terutama dibidang pariwisata, pertanian dan infrastruktur.

Investor itu akan ikut membantu mengembangkan sarana pelabuhan dan Bandara H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan, sebagai pintu masuk di Kabupaten Belitung.

"Kami akan langsung ke lapangan, agar mereka bisa melihat langsung apa saja nanti yang ingin mereka investasikan di Belitung. Setelah ada penerbangan reguler tanggal 29 Oktober 2018 nanti dari Singapura - Tanjungpandan, baru bisa mencatat apa saja investasi yang kongkrit ke Belitung," ujarnya.

Prioritas yang ditawarkan investasi oleh Pemkab Belitung kepada investor tersebut, pariwisata, perkebunan dan sarana perhubungan. Namun itu semua tidak luput dari mengembalikan citra Indonesia sebagai daerah penghasil rempah-rempah.

"Belitung sebetulnya sudah siap untuk perdagangan rempah-rempah, tinggal bagaimana tindaklanjutnya. Nah kalau perkebunan, bukam pam oil tapi lebih ke perkebunan rakyat. Termasuk seperti kunyit lengkuas, dan itu justru yang membuat mereka tertarik. Mereka tidak membawa mentah nya, tapi sudah berbentuk kemasan," kata Sanem.

Sejumlah investor tersebut, kata Sanem, akan kembali ke Kabupaten Belitung buat membicarakan investasi. Menurut Sanem, mereka sangat tertarik dengan Belitung, terlebih ada dukungan penerbangan reguler flight dari Singapura - Tanjungpandan.

"Inilah ketertarikan mereka, dan peluang investasi itu sudah jelas kemana arahnya. Jadi bukan hanya investasi dibidang pariwisata saja, tapi ada yang lain - lainnya juga," bebernya. (*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help