Inilah Keputusan Akhir Terhadap Pelajar Pelaku Penghina Presiden

ada proses diversi tersebut para pihak sepakat bahwa tersangka MF dikembalikan lagi kepada orang tuanya, untuk dibina dan diawasi

Inilah Keputusan Akhir Terhadap Pelajar Pelaku Penghina Presiden
ist
Proses persidangan diversi digelar Bapas Klas II Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM- - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Klas II Pangkalpinang menyelesaikan penanganan kasus penyebaran video ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi), secara diversi.

Kasus video ujaran kebencian dan penghinaan terhadap presiden ini sempat heboh di Bangka beberapa waktu lalu, setelah tersebar di media sosial.

Dari siaran pers Bapas Klas II Pangkalpinang yang diterima Bangka Pos, Selasa (25/9), penyelesaian penanganan kasus ini dilakukan secara diversi pada hari Jumat (14/9) lalu, menghadirkan pelaku berinisial MF (16) didampingi orang tuanya serta pengacara Iwan Prahara, Aipda Maradona dari penyidik Polres Bangka, Sri Wahyuni Pembimbing Kemasyarakatan Bapas II Pangkalpinang, Riduan Kasubsi Bimbingan Klien Anak Bapas II Pangkalpinang.

Pada proses diversi tersebut para pihak sepakat bahwa tersangka MF dikembalikan lagi kepada orang tuanya, untuk dibina dan diawasi agar tidak mengulangin lagi perbuatannya.

Kasus penyebaran video ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo ini sebelumya ditangani oleh Polres Bangka, berawal dari tersangka MF yang berstatus pelajar SMA di Kabupaten Bangka ini diminta rekannya berinisial SS untuk merekam video melalui handphone milik tersangka.

Perekaman tersebut dilakukan oleh tersangka, yang saat itu sedang bermain di rumah temannya berinisial IK Desa Balunijuk.

Dalam video tersebut SS mengeluarkan kata-kata kotor sebagai ungkapan untuk memaki, mengejek, dan mengumpat Presiden Joko Widodo.

Tersangka MF sebelumya tidak tahu kalau SS akan berbuat demikian.

Selanjutnya IK meminta kepada tersangka untuk mengirim video tersebut ke Whatsapp milik SS.

Akhirnya unggahan video ujaran kebencian dan penghinaan terhadap presiden Jokowi tersebar dan sampai ke grup Whatsapp salah satu partai politik di Bangka Belitung.

Tidak terima atas rekaman video tersebut, salah satu kader partai politik berinisial BD melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Bangka karena telah melanggar pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 UU No.19 tahun 2016 Tentang ITE, dan Pasal 207 KUHP.

"Saya bersyukur kasus penyebaran video ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Kepala Negara yang dilakukan oleh tersangka MF dapat diselesaikan dengan diversi dimana tersangka dikembalikan kepada orangtua. Saya berharap semoga tersangka MF tidak mengulangi lagi dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial." ungkap Suwarto, Kepala Balai Pemasyarakatan Klas II Pangkalpinang.(*)

Penulis: rusmiadi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help