Pemkab Beltim Tidak Membuka Formasi CPNS Bagi Honorer K2, Ini Alasannya

Sementara Beltim belum memungkinkan mengakomodir formasi K2 mengingat persyaratan yang ditetapkan pemerintah. Kendalanya

Pemkab Beltim Tidak Membuka Formasi CPNS Bagi Honorer K2, Ini Alasannya
posbelitung/suharli
Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Beltim Yuspian. 

Laporan Wartawan Pos Belitung Suharli

 BANGKAPOS.COM, BELITUNG TIMUR - Keinginan para Honorer kategori K2 menjadi ASN pada penerimaan CPNS tahun 2018 di Kabupaten Beltim (Beltim) tidak terakomodir dalam Formasi CPNS Beltim 2018.

Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Beltim Yuspian menjelaskan, hal tersebut karena dari jumlah honorer kategori K2 yang tersisa pasca pengangkatan 2013 lalu, dipastikan tidak lagi memenuhi persyaratan untuk diangkat sebagai ASN.

"Sementara Beltim belum memungkinkan mengakomodir formasi K2 mengingat persyaratan yang ditetapkan pemerintah. Kendalanya dipersyaratan usia dan pendidikan," kata Yuspian, (25/9/2018).

Menurut Yuspian berdasarkan persyaratan yang diminta Kemenpan RB, tingkat pendidikan terakhir bagi honorer kategori K2 harus strata I dan diperoleh sebelum tahun 2013.

"Sama halnya dengan usia yang dibatasi maksimal 35 tahun saat mendaftarkan diri pada penerimaan CPNS tahun 2018, formasi K2 di Beltim nol. Hal ini memang masih dipertanyakan oleh mereka (honorer K2 -red) bagaimana nasib mereka," ujar Yuspian.

Yuspian menjelaskan, kalaupun ada formasi K2 di Beltim tetap saja tidak akan terisi mengingat ketentuan persyaratan penerimaan CPNS melalui jalur formasi tersebut.

Pihak Kemenpan RB juga pastinya memiliki data base yang membuat mereka tidak menyediakan formasi K2 di Beltim.

"Kalau daerah lain, sepertinya ada dengan memperhatikan syarat usia dan pendidikan. Tapi Kabupaten Belitung pun juga tidak ada," kata Yuspian.

 Total honorer K2 yang ada di Beltim semula berjumlah 149 orang pada saat akan mengikuti seleksi CPNS tahun 2013.

Dari hasil seleksi, sebanyak 114 orang diantaranya dinyatakan lulus dan telah diangkat sebagai PNS. Sisanya ada 31 orang dengan rincian guru sebanyak 17 orang, tenaga lainnya 14 orang.

"Kami sementara ini masih menunggu arahan dan kebijakan pusat terkait penyelesaian tenaga honorer K2 yg ada di Beltim. Mengingat kewenangan masalah ini berada di pemerintah pusat," beber Yuspian. (*)

Penulis: Suharli
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help