Pemilu 2019, Ini Perintah Pangdam II Sriwijaya Untuk Anggota TNI

Panglima Kodam (Pangdam) II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan menyerukan seluruh prajurit TNI untuk menjaga netralitas pada saat pemilu 2019

Pemilu 2019, Ini Perintah Pangdam II Sriwijaya Untuk Anggota TNI
Bangka Pos / Nurhayati
Panglima Kodam (Pangdam) II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan saat melakukan melakukan kunjungan kerja, Kamis (27/9/2018) di Kompi Senapan B (Kipan B) Yonif 141 AYJP Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Panglima Kodam (Pangdam) II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan menyerukan seluruh prajurit TNI untuk menjaga netralitas pada saat Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2019 nanti.

Dia mengigatkan prajurit TNI/AD agar tidak coba-coba untuk bermain politik praktis pada pileg dan pilres 2019 nanti.

"Komitmen kita tadi sudah saya sampaikan ke prajurit menjaga netralitas TNI harga mati! Tidak boleh anggota, siapa pun oknum yang terlibat hal-hal politik praktis. Kita menjaga netralitas, TNI/Polri juga sudah sepakat itu sudah harga mati buat kita dan komitmet untuk itu," tegas Irwan kepada bangkapos.com saat melakukan kunjungan kerja di Kompi Senapan B (Kipan B) Yonif 141 AYJP Sungailiat.

Dia menyatakan jika ada prajurit TNI/AD yang melanggar maka ada sanksi tegas yang akan dijatuhkan. Kecuali bagi Persatuan Istri Tentara (Persit) sebagai warga negara yang berhak memilih maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) di TNI/AD yang boleh memberikan hak suaranya sesuai dengan hati nurani mereka.

"Untuk prajurit netralitas harga mati, kita tetap, kecuali ibu-ibu Persit yang berhak untuk memilih silahkan sesuai dengan hati nurani yang masing-masing tidak ada tekanan apa-apa. Semuanya menjaga netralitas karena sebagai aparat kita harus menjaga netralitas dengan baik. Netralitas TNI/Polri itu sudah harga mati sudah disampaikan oleh presiden, kemudian Panglima TNI menyampaikan dan kepala staf mengatakan netralitas TNI harga mati," jelas Irwan.

Sedangkan pengamanan di wilayah Kodam II Sriwijaya di lima provinsi yakni Sumatera Selatan, Lampung, Bangka Belitung, Jambi, dan Bengkulu yang sudah disiapkan personil untuk pengamanan pileg dan pilpres 2019 nanti.

Untuk itu pihaknya mengerahkan dua pertiga kekuatan TNI/AD yang ada di wilayah Babel maupun seluruh Kodam II Sriwijaya yakni sebanyak 6.000 prajurit TNI/AD untuk mengamankan pileg dan pilres tahun 2019.

Dia menyatakan pihak TNI/AD sudah siap mengamankan pileg dan pilres 2019 nanti untuk memberikan keaman dan ketentraman kepada masyarakat saat pesta demokrasi tersebut berlangsung.

"Kita sudah apel gelar pasukan sudah rakornaspam pemilu pileg dan pilres 2019 di Jakarta maupun di wilayah kodam kita masing-masing. Untuk pengamanan kita sudah siap membantu Polda Babel sudah disiapkan oleh Danrem mengamankan BKO ke sana untuk pengamanan pileg dan pilpres," kata Irwan.

Mengenai pembentukan kodim baru di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menurutnya pada tahun 2018 ini, menurutnya, akan diresmikan Kodim Bangka Barat pada bulan Oktober 2018 nanti.

Untuk kodim yang belum dibentuk dalam proses kajian dan proses pengajuan ke komando atas sehingga secara bertahap kodim-kodim di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan dibentuk untuk membantu pembangunan di Babel.

Irwan meminta agar peran pers juga untuk membantu menjaga kondusifitas wilayah di daerah agar kondusif dan berjalan dengan baik. "Dipilihlah calon pemimpin negara yang terbaik sesuai dengan hati nurani masing-masing," pesan Irwan.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved