Mulai 1 Oktober ASN Pemprov Hanya Absen 2 Kali Sehari

adanya perubahan tidak berarti para pegawai dapat mengurangi kedisiplinan. Justru, kinerjanya harus ditingkatkan

Mulai 1 Oktober ASN Pemprov Hanya Absen 2 Kali Sehari
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Sekda Babel, Yan Megawandi. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mulai 1 Oktober mendatang kembali memberlakukan sistem absensi dua kali dengan sistem finger print yakni pada jam masuk dan pulang.

Sebelumnya Pemprov Babel menerapkan absensi empat kali sehari.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yan Megawandi mengatakan kembalinya sistem absensi dua kali sehari ini lantaran kedisiplinan pegawai sudah cukup baik.

"Mulai senin 1 Oktober, ini memang saran dari dewan. Kedua, ini sudah cukup kita lama kita lakukan, kesadaran ini sudah muncul dari ASN, mustinya kan enggak pakai sidik jari kalau kesadarannya sudah bagus karena kan kita capek juga, beli mesin sidik jari, beli kamera, buat aturan. Tapi karena ini sistem ," katanya, Jum'at (28/9/2018).

Menurutnya, adanya perubahan tidak berarti para pegawai dapat mengurangi kedisiplinan. Justru, kinerjanya harus ditingkatkan.

Yan menegaskan tidak ada perubahan jam kantor dengan sistem absensi dua kali, yang berubah hanyalah waktu pengambilan sidik jari

"Kalau ada nanti pengecekan oleh atasan atau tim untuk melakukan kroscek pada jam kerja dan yang bersangkutan tidak ada. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka akan tetap kasih sanksi," tegasnya.

Dirinya juga menekankan adanya pengurangan waktu pengambilan sidik jari dari empat kali menjadi dua, tidak mengurangi kapasitas, mutu, dan semangat kerja.

"Bukan soal efektif atau tidak, tapi ini saran di DPRD. Sebenarnya kalau bisa melakukan ini tanpa sidik jari. Absensi Ini kan tools memantau kinerja teman-teman, ini juga upaya persiapan penerapan tunjangan kinerja di 2019," tambahnya.

Menurutnya apabila nanti ditemukan ASN tidak berada di kantor saat jam kerja, pihaknya tidak segan-segan menerapkan sanksi.

"Kalau mau coba kabur-kaburan ya silahkan saja, dan saya titip pak Gubernur sudah menyampaikan pengawasan itu berjenjang," katanya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved