TBS Petani Mandiri Naik, Tapi Masih Ada yang Tidak Jelas

Akan tetapi, Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya mengatakan meski mengalami kenaikan, tapi ada yang kurang jelas dalam kesepakatan

TBS Petani Mandiri Naik, Tapi Masih Ada yang Tidak Jelas
Bangka Pos /Hendra
Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, Kamis (16/8/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Harga TBS sawit petani mandiri disepakati pemerintah dan pengusaha pabrik kelapa sawit dikisaran harga Rp 919 perkilogram hingga Rp 1.208 per kilogram.

Akan tetapi, Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya mengatakan meski mengalami kenaikan, tapi ada yang kurang jelas dalam kesepakatan tersebut.

Penerapan harga terendah Rp 919 dan tertinggi Rp 1.208 tersebut tidak jelas tingkat mana.

Didit menginginkan harga tersebut sudah bersih diterima oleh petani. Bukan harga yang dibeli pemegang DO (delivery order) atau kaki tangan perusahaan (PKS).

“Kalau harga segitu langsung dari pabrik sama saja bohong. Kita minta harga terendah ini dibeli langsung dari petani. Silakan pabrik mau lewat DO atau kaki tangannya, tetapi harga yang diterima petani mandiri ini harus sesuai dengan kesepakatan itu,” jelas Didit.

“Jika harga dibeli ditingkat pabrik, ini sama saja kaki tangan perusahaan yang ambil untung. Harga juga tetap rendah, bisa jadi diterima petani Rp 700 atau dibawahnya,”tambahnya.(*)

Penulis: Hendra
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved