Diduga Mengantuk, Menantu Tabrak Pohon, Mertua Tewas

Dari keterangan sopir, dia mengantuk. Lalu supir ini sempat terlelap‎, mobilnya oleng ke kanan dan nabrak pohon

Diduga Mengantuk, Menantu Tabrak Pohon,  Mertua Tewas
posbelitung/dede s
Anggota Unit Laka Satlantas Polres Belitung menu‎njukkan kondisi mobil Toyota pick up usai menabrak pohon di Jalan Raya Kampit-Tanjungpandan, Minggu (30/9). 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG- - Kecelakaan tunggal kembali terjadi di ruas Jalan Raya Kampit-Tanjungpandan, tepatnya di Dusun Aik Begantung, Desa Kacang Butor, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, Sabtu (29/9/2018) sekitar pukul 23.00 WIB.

Satu unit mobil Toyota pick up‎ nopol B 9917 EZW yang kendarai Agung menabrak pohon di kanan jalan.

Akibatnya penumpang Abdul Talip yang tak lain adalah mertuanya meninggal dunia atas kejadian tersebut.

"Kejadiannya laka tunggal di Jalan Kepayang. Satu penumpang dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat pertolongan di rumah sakit," ujar Kanit Laka Satlantas Polres Belitung Bripka Kasnadi kepada posbelitung, Minggu (30/9/2018).

Ia menjelaskan, kronologis kejadian berawal saat Agung mengemudikan mobil dari wilayah Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur hendak pulang menuju Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung bersama mertuanya Abdul Talip.

Agung membawa muatan berupa buah kelapa, kayu bakar dan peralatan masak di bak belakang.

Dalam perjalanan‎, Agung sempat mengatakan kepada korban bahwa dirinya mengantuk. Lalu diberikan permen oleh korban.

Naas, ketika melintas di TKP, Agung tiba-tiba terlelap. Sehingga laju mobil oleng ke kanan jalan dan menabrak pohon.

"Dari keterangan sopir, dia mengantuk. Lalu supir ini sempat terlelap‎, mobilnya oleng ke kanan dan nabrak pohon," katanya.

Mobil tersebut rusak parak di bagian depan hingga kap mesin penyok. Warga setempat yang mendengar tabrakan itu langsung menolong korban dan dilarikan ke RSUD dr Marsidi Judono.

Namun, nyawa Abdul Talip ‎tak bisa tertolong karena luka yang dideritanya. Sementara itu, Agung masih mendapat perawatan di rumah sakit.

Kasnadi mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak berkendaraan ketika dalam kondisi mengantuk. Bila perlu berhenti di pinggir jalan dan istirahat.

Sebab tindakan tersebut bisa membahayakan diri sendiri, penumpang maupun pengendara lainnya. (*)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved