Kisah Mahasiswi Asal Pangkalpinang yang Ikut Terkena Gempa Saat Berada di Sulawesi

Tim Zona 2 Kirab Pemuda 2018 melakukan misi kemanusian ke Palu Sulawesi Tengah untuk melakukan misi kemanusian.

Kisah Mahasiswi Asal Pangkalpinang yang Ikut Terkena Gempa Saat Berada di Sulawesi
Ist
Tim Zona 2 Kirab Pemuda 2018 saat melakukan doa bersama sebelum berangkat ke Palu Sulawesi Tengah. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Tim Zona 2 Kirab Pemuda 2018 melakukan misi kemanusia ke Palu Sulawesi Tengah untuk melakukan misi kemanusian.

Dari 45 peserta kirab ditambah lima pendamping yang ikut dalam misi kemanusian itu salah satunya Rahma Soleha Sudiansyari dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Mahasiswi Universitas Terbuka asal Pangkalpinang ini mengaku mengikuti kegiatan kirab pemuda menjadi pengalaman pertama baginya, terlebih saat dirinya secara pribadi ikut merasakan getaran gempa yang terjadi di Sulawesi.

" Kami dari Sulawesi Utara ke daerah Sulawesi lainnya mengunakan jalur darat. kami sampai Sulawesi 21 September. Kami merasakan gempa di Kabupaten Pohuwato yang merupakan titik singgah ke enam. saat itu kami sedang mau salat Magrib. Getaran gempa terasa kuat dan lama. Ibu asuh minta kami keluar rumah. Malamnya lanjut ke Palu tapi berhenti sebentar membantu korban gempa di Palu," ucap Rahma kepada bangkapos.com, Minggu (30/9/3018).

Diceritakan Rahma, saat berangkat ke Palu, akses jalan terputus sehingga mereka berhenti di Toboli.

Di area sekitar kebun kopi yang mereka lewati terputus, apalagi kondisi gelap karena keadaan di Sulawesi Tengah listrik dipadamkan seluruh sehingga tidak ada sinyal.

"Jadi tim zona dua semalam susah ngasih kabar ke orang luar. Ketika di Toboli, kami merasakan gempa lagi yang cukup besar tapi hanya sebentar, jadi kemenpora ngasih keputusan tim zona dua untuk cari penginapan terdekat, karena kalau balik ke Gorontalo lagi memakan waktu 10 jam, tapi kalau ke Palu tidak bisa karena akses terputus. Jadi kami diarahkan untuk ke Poso mencari penginapan," jelas Rahma.

Jarak dari Toboli ke Poso sekitar empat jam, dimana jalan yang dilalui adalah pesisir pantai.

"Sekarang ini Rahma bersama Tim Zona 2 Kirab Pemuda 2018 sudah di penginapan di Poso tapi belum ada arahan mau lanjut ke Palu atau langsung loncat ke titik singgah berikutnya yaitu Mamuju karena Mamuju juga aksesnya terputus. Kami belum sampai lokasi, kami masih tertahan di Poso.," ungkap Rahma.(*) 

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved