Rudianto Tjen Kecam Pihak-pihak yang Ingin Mainkan Harga Lada, Karet dan Sawit di Babel

Di zaman Pak Rustam, bersama DPRD membuat penyangga harga karet minimal Rp 8.000. Kalo dibawah itu, di petani harganya tetap Rp 8.000

Rudianto Tjen Kecam Pihak-pihak yang Ingin Mainkan Harga Lada, Karet dan Sawit di Babel
ist

BANGKAPOS.COM--Anggota DPR RI Fraksi PDI-Perjuangan Dapil Bangka Belitung (Babel) , Rudianto Tjen, menyebut adanya banyak permainan dalam penentuan harga lada, karet dan sawit di Babel.

Hal itu karena di Babel, harga ketiga komoditi tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia.

Rudianto mengatakan, harga lada, karet dan sawit di Palembang, Jambi dan Lampung masih jauh lebih tinggi dibandingkan Babel. Karenanya, Rudianto mengatakan ada masalah di sistem perdagangan di Babel.

"Harga di Palembang, Jambi, Lampung tidak seperti kita. Artinya ada masalah di babel. Masalahnya bukan di kita sebagai rakyat, tapi sitem perdagangan yang dikendalikan Pemda," kata Rudianto, Minggu (30/9/2018).

Sebagai contoh, Rudianto mengatakan, saat pemerintahan Gubernur Rustam Effendi, sebenarnya sudah ada aturan soal penyangga harga karet.

Saat itu disepakati bila harga terendah dari karet adalah Rp 8.000.

Bila harga karet di bawah Rp 8.000, lanjut Rudianto, maka Pemda akan membayarkan kekurangan tersebut pada petani.

"Di zaman Pak Rustam, bersama DPRD membuat penyangga harga karet minimal Rp 8.000. Kalo dibawah itu, di petani harganya tetap Rp 8.000, sisanya dibayarkan Pemda," ucap Rudianto.

Dirinya pun mengecam pihak-pihak yang mencoba mempermaikan harga tersebut di Babel. Sebab, karena hal tersebut, petani menjadi tidak mendapat keuntungan dari hasil pertaniannya.

"Karet dipermainkan ternyata, dan sudah keterlaluan," tegasnya.

Karena itu, Rudianto berjanji akan membicarakan perihal aturan tersebut pada DPRD Babel. Dirinya berharap bila Perda itu dapat dijalankan sebagaimana mestinya untuk kesejahteraan para petani.

"Nanti saya tanya DPRD kenapa Perda itu tidak dilaksanakan. Saya sangat berharap, Pemda menjalankan Perda yang sudah disusun dengan susah payah," tutupnya.(*)

Penulis: Iwan Satriawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved