Harga Komoditas Pertanian Rendah, Data BPS Babel Gambarkan Nilai Tukar Petani yang Semakin Merosot

Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Bangka Belitung merilis nilai tukar petani (NTP) teranyar di Babel.

Harga Komoditas Pertanian Rendah, Data BPS Babel Gambarkan Nilai Tukar Petani yang Semakin Merosot
Bangka Pos / Dedy Qurniawan
Kepala BPS Babel Darwis Sitorus (tengah) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA‎- Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Bangka Belitung merilis nilai tukar petani (NTP) teranyar di Babel.

Berdasarkan berita resmi statistik yang disampaikan BPS Babel, Senin (1/10/2018), NTP kembali merosot dari 85,56 ke angka 84,55 atau turun sebesar 1,18 persen.

NTP adalah‎ satu di antara indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan.

NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin tinggi pula tingkat atau kemampuan daya beli petani.

Kepala BPS Babel Darwis Sitorus menjelaskan,‎selain sektor pertambangan, masyarakat Babel juga hidup dari bidang perkebunan.

Pihaknya melihat akhir-akhir ini, harga-harga komoditas pertanian seperti lada, sawit, dan karet, mengalami penurunan dan berdampak pada merosotnya NTP di Babel.

NTP di bawah 100, kata Darwis, ‎menunjukkan biaya yang harus petani keluarkan untuk konsumsi atau membiayai produksi lebih besar ketimbang hasil yang mereka terima.

"Memang kami lihat secara series, itu (nilai tukar petani) menurun. Artinya ini ada pengaruh penurunan harga di kegiatan yang petani lakukan, ini menunjukkan bahwa pendapatan mereka semakin menurun," kata Darwis kepada Bangka Pos seusai rilis BRS di kantor BPS Babel, Senin (1/10/2018).

Halaman
12
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved