Kisah Pilot Garuda Selamatkan Istri Wakil Bupati dan Bayi 9 Bulan Saat Gempa dan Tsunami Hantam Palu

Dalam musibah ini seorang pilot maskapai Garuda Indonesia tidak luput dari guncangan yang dahsyat di ibukota Sulawesi Tengah

Kisah Pilot Garuda Selamatkan Istri Wakil Bupati dan Bayi 9 Bulan Saat Gempa dan Tsunami Hantam Palu
Ist
Pilot Senior Capt Abdul Rozaq 

Laporan Wartawan Bangkapos, Agus Nuryadhyn

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Gempa yang menerpa di Kota Palu membuat porak poranda bangunan dan seluruh infrastruktur yang ada.

Dalam musibah ini seorang pilot maskapai Garuda Indonesia tidak luput dari guncangan yang dahsyat di ibukota Sulawesi Tengah tersebut.

Pilot garuda yang terkenal dengan aksi heroiknya saat mendaratkan pesawat GA421 di Sungai Begawan Solo saat kedua mesin pesawat mati di 2002 lalu berada di satu di antara hotel yang ada di Kota Palu.

"Saya landing siang di Palu, dan akan melakukan penerbangan lagi esok hari nya," ujar Capt Abdul Rozaq, Minggu (30/9).

Diceritakan pilot senior garuda tersebut, pada sore itu sekitar pukul 17.50 WITA, Jumat (28/9) dirinya sedang makan di kamar lantai 5, tiba-tiba terjadi guncangan dahsyat hingga piringnya terjatuh.

Sontak Capt Abdul Rozaq langsung mencari perlindungam dibawah meja di kamar hotel.

Setelah guncangan reda, dirinya langsung mencari jalur evakuasi keluar kamar. Namun pada saat keluar tidak ada akses untuk turun dari lantai 5 hotel.

"Saya coba cari pintu darurat, tapi pintunya nggak bisa terbuka lagi karena rusak, kemudian saya bertemu 4 orang lainnya yang juga ingin menyelamatkan diri. Salah seorangnya adalah istri dari Wakil Bupati Sorowako. Karena tidak ada akses keluar, kami melihat ada selang hydrant dan memanfaatkan selang tersebut, untuk keluar melalui jendela namun arus tsunami sangat deras dan tinggi di bawah hingga mencapai lantai 2 hotel. Akhirnya kami putuskan evakuasi setelah tsunami surut" ujarnya.

Setelah berhasil menyelamatkan diri dari lantai 5, Pilot Senior berusia 62 tahun ini berusaha menyelamatkan lagi 10 orang yang berada di lantai 4, seorang diantaranya merupakan bayi berusia 9 bulan.

Keesokan harinya, Sabtu (29/9) Capt Abdul Rozaq beserta korban lainnya dievakuasi menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU sekitar pukul 13.00 WITA meninggalkan Kota Palu menuju Makassar.

Landasan pacu di Bandara Kota Palu retak sekitat 300 meter dan tidak bisa didarati pesawat jenis boeing.

"Alhamdulillah sekali, saya masih selamat setelah 16 tahun lalu, Allah beri cobaan buat saya. Kali ini saya tidak terbayang akan terjadi hal seperti ini, melihat orang minta tolong yang kemudian hilang bersama arus tsunami yang amat deras. Semoga kejadian ini bisa meningkatkan keimanan kita kepada Sang pencipta Allah SWT," ujarnya.(*).

Penulis: agusrya
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved