Warga Tolak Pendirian Tower BTS di Lingkungan Maria Goretti, Ini kata Istri Kaling

Masyarakat Lingkungan Maria Goretti, Kelurahan Sungailiat menolak berdirinya tower Base Transceiver Station (BTS) di pemukiman mereka.

Warga Tolak Pendirian Tower BTS di Lingkungan Maria Goretti, Ini kata Istri Kaling
Bangka Pos / Nurhayati
Warga Lingkungan Maria Goretti Ahon menunjukan kendaraan yang mengangkut tower Base Transceiver Station (BTS) untuk didirikan di pemukiman mereka 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Masyarakat Lingkungan Maria Goretti, Kelurahan Sungailiat menolak berdirinya tower Base Transceiver Station (BTS) di pemukiman mereka.

Pasalnya warga menilai tanpa adanya pemberitahuan terkait pendirian tower BTS tersebut oleh Kepala Lingkungan Maria Goretti.

Selain itu juga warga khawatir terjadi radiasi karena pendirian tower BTS tersebut sangat dekat dengan pemukiman mereka.

"Kami menolak pendirian tower di lingkungan kami. Jadi semua warga tidak setuju, tanpa adanya pemberitahuan tanpa sosialisasi, warga juga takut dengan radiasinya. Radiasi itu yang utama ditakutkannya, ada contoh di kampung lain itu kan banyak warga terkena kanker yang tinggal di sekitar tower itu," ungkap Warga Lingkungan Maria Goretti Ahon bersama beberapa warga lainnya, Senin (1/10/2018) kepada bangkapos.com di Sungailiat.

Menurutnya hanya ada lima warga yang tanda tangan setuju dengan pendirian tower BTS milik provider telekomukasi Telkomsel tersebut sedangkan warga lain tidak setuju.

"Tanda tangan surat itu hanya lima orang tadinya delapan orang sekali ditanya mana orangnya hanya ada lima orang fiktif," kata Ahon.

Ia mengatakan, lahan untuk pendirian tower BTS tersebut di atas lahan pribadi milik warga di Lingkungan Maria Goretti tersebut. "Lahan orang depan itu," ungkap Ahon menunjuk ke lokasi akan didirikan tower BTS.

Warga juga menurutnya kesal dengan ulah kaling yang kerap memungut biaya untuk pengurusan dokumen kependudukan dan surat kematian.

"Kaling ini bikin KK Rp 300.000, bikin surat kematian Rp 300.000, bikin surat itu dipersulit. Jadi mau apa-apa itu mau duit-duit terus. Selama ini kami diam-diam, akhirnya meledak tidak setuju mau minta diganti kalau bisa," kata Ahon.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved