Dongkrak Harga Sawit, DPRD Bangka Belitung Minta Pemerintah Tegas

DPRD Babel meminta Pemprov segera mengambil sikap tegas guna menangani masih rendahnya harga TBS petani mandiri di Bangka Belitung.

Dongkrak Harga Sawit, DPRD Bangka Belitung Minta Pemerintah Tegas
Bangka Pos/Hendra
DPRD Bangka Belitung melakukan pertemuan dengan petani sawit dan OPD terkait membahas permasalahan harga sawit di Bangka Belitung, Selasa (2/10).   

BANGKAPOS.COM - DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meminta Pemerintah Provinsi Bangka Belitung segera mengambil sikap tegas guna menangani masih rendahnya harga tandan buah segar (TBS) petani mandiri di Bangka Belitung.

Pernyataan ini disampaikan langsung Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya saat melakukan pertemuan dengan perwakilan petani se-Bangka Belitung, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Babel dan OPD terkait di DPRD Babel, Selasa (2/10).

Dari hasil pertemuan tersebut diketahui masih banyak perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS) yang membandel. Padahal, dalam kesepakatan awal harga TBS dihargai Rp 919- Rp 1.028 per kilogram.

Ternyata perusahaan PKS masih banyak yang membeli dibawah harga kesepakatan tersebut. Harga yang disepakati itu dianggap harga ditingkat pabrik.

"Yang kita inginkan itu harga minimal Rp 1.000 ditingkat petani. Kalau harga ditingkat pabrik, tetap saja diterima petani masih murah. Dalam penentuan harga TBS nanti, saya juga minta petani komitmen harga terendahnya seperti itu," ujar Didit.

Karenanya lanjut Didit, DPRD Babel meminta Pemprov Babel tegas kepada PKS.

Dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PKS. Bila tidak mau mengikuti aturannya bisa diberikan sanksi.

"Kalau sudah diperingati dan tetap melanggar harus ada sanksi yang lebih tegas lagi," kata Didit.

Yulizar, Ketua Tim Satgas Pemantau Harga Sawit mengatakan mereka akan segera melakukan sidak ke PKS.

Sidak akan dilakukan khususnya kepada perusahaan yang jarang hadir dalam rapat-rapat penentuan harga TBS.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved