Pedagang Pengumpul Ngaku Jatah Pengiriman Dibatasi, Petani Sawit Bangka Mengeluh

Gimana kami mau beli buah petani, kalau jatah pengiriman kami ke pabrik dibatasi, hanya bisa kirim buah seminggu sekali.

Pedagang Pengumpul Ngaku Jatah Pengiriman Dibatasi, Petani Sawit Bangka Mengeluh
bangkapos/ferylaskari
Kondisi kebun petani non plasma di Kabupaten Bangka. Tampak seorang pemetik buah sawit (TBS) di lokasi kebun rakyat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Gertakan pemerintah daerah (Pemda) pada perusahaan pemilik pabrik CPO perkebunan sawit, malah tak ada artinya.

Buktinya, perusahaan pabrik dan tengkulak malah tak mau membeli buah petani.

Seorang pedagang pengumpul atau pembeli TBS sawit di kebun petani mandiri, EP (45) kepada Bangka Pos Group, Rabu (3/10/2018) mengaku, tak bisa seperti dulu lagi membeli buah sawit petani.

"Gimana kami mau beli buah petani, kalau jatah pengiriman kami ke pabrik dibatasi, hanya bisa kirim buah seminggu sekali. Kalau kami beli, dan tidak terjual, buah bisa busuk di penampungan, maka kami yang rugi," katanya.

Mengenai harga, EP (45) mengaku tak ada perubahan. Ia tetap membeli TBS di kebun petani pada kisaran harga seperti dua pekan sebelumnya, yaitu Rp 500 hingga Rp 600 perkg.

"Kalau soal harga beli, kami masih beli buah petani seperti harga seperti harga sebelumnya, itu pun tak bisa beli setiap hari," katanya.

Pedagang pengumpul atau pembeli buah sawit petani mandiri lainnya, UN (40) mengatakan hal senada.

Hanya saja, UN mengakui sebenarnya ada sedikit kenaikan harga beli TBS sawit yang dipatok oleh pabrik atau persuahaan kepada pedagang pengumpul.

"Kalau harga beli, sebenarnya ada kenaikan sedikit. Tapi masalah, pabrik kan tidak mau beli, karena alasan pabrik produksi kebun perusahan mereka sedang meluber. Makanya kami juga tidak mau beli," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved