2018, BKSDA Catat Ada 20 Konflik Manusia Vs Buaya di Pulau Bangka, 4 Manusia Tewas

BKSDA Catat kasus konflik buaya dengan manusia selama 2018 sudah terjadi sebanyak 20 kasus

2018, BKSDA Catat Ada 20 Konflik Manusia Vs Buaya di Pulau Bangka, 4 Manusia Tewas
Ist
Kades dan sejumlah Warga Desa Pugul Riausilip, Kamis (4/10/2018) menyaksikan keberadaan buaya yang ditangkap, setelah memangsa warga setempat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA-Kepala Resort Bangka Belitung Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Yusmono menyebut, kasus serangan buaya terhadap warga yang terjadi di Desa Pugul, Kecamatan Riausilip, Bangka, Rabu (3/10/2018), adalah kasus konflik buaya-manusia yang ke-20 selama 2018.

BKSDA mencatat, dari 20 konlik ini, empat warga antaranya tewas.

Korban warga yang tewas lainnya di antaranya ‎terjadi di Sebagin, Bangka Kota, dan Parittiga.
"Ini adalah kasus yang ke-20 selama 2018. Data ini termasuk manusia yang diserang, kemudian buaya yang ditangkap warga, termasuk yang seperti itu. Dari 20 ini, empat warga tewas. Ini yang kami dapat, mungkin yang tidak dilaporkan bisa jadi lebih," kata Yusmono kepada Bangka Pos, Kamis (4/10/2018).

Yusmono menyatakan konflik buaya dengan manusia meningkat beberapa bulan terakhir. Konflik ini sering saling balas. Jika manusia tewas, maka akan dibalas dengan matinya buaya.

Menurutnya,ada beberapa faktor yang berkelindan hingga menyebabkan masifnya konlik yang terjadi antara manusia dan buaya.

Pertama, karena ‎rusaknya habitat buaya akibat ulah manusia itu sendiri. "Seperti pembukaan lahan untuk pertambangan.

Sehingga habitat buaya semakin terbatas, dan mendekati pemukiman dan aktivitas warga," tuturnya.

Kedua, Yusmono melanjutkan,telah terjadi kekurangan pakan buaya yang tersedia di alam. ‎Ini kemudian menyebabkan buaya mencari makan semakin dekat dengan manusia.

Kondisi seperti itu ditambah lagi dengan faktor ketiga yakni ‎aktivitas warga kerap kali bertepatan dengan aktivitas buaya. Dia menyontohkan, masyarakat sering mandi atau mencari ikan di kolong ataupun sungai mulai sore menjelang Maghrib hingga malam.

Halaman
12
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved