Putra Daerah Kabupaten Bangka, Muhammad Arinda Raih Gelar Duta Maritim Indonesia

Arinda berhasil lolos seleksi dengan mengangkat isu sampah pesisir dan tambang laut serta gagasan-gagasan kreatif untuk bidang kemaritiman

Putra Daerah Kabupaten Bangka, Muhammad Arinda Raih Gelar Duta Maritim Indonesia
Istimewa
Muhammad Arinda Unigraha Utama putra asal Kabupaten Bangka yang menjadi Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saatdinobatkan sebagai Duta Maritim Indonesia 2018 oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arif Yahya pada malam penganugrahan dan grandfinal, Senin, (1/10/2018) di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata RI. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM  --  Muhammad Arinda Unigraha Utama putra asal Kabupaten Bangka yang menjadi Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dinobatkan sebagai Duta Maritim Indonesia 2018 dan berhasil meraih Runner UP 1 Putera tingkat Nasional, pada Pemilihan Putera Puteri Maritim Indonesia 2018.

Penobatan langsung dilakukan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arif Yahya pada malam penganugrahan dan grandfinal, Senin (1/10/2018) di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata RI. Kegiatan ini ditutup oleh Menkomaritim, Luhut Binsar Panjaitan.

Diakui Arinda ia berhasil lolos seleksi dengan mengangkat isu sampah pesisir dan tambang laut serta gagasan-gagasan kreatif untuk bidang kemaritiman dalam forum-forum diskusi selama karantina. Ia bersyukur dapat mengharumkan nama Bangka Belitung dalam ajang ini.

"Sudah sepantasnya Putera-Puteri Bangka Belitung meraih gelar ini, karena Provinsi Bangka Belitung merupakan provinsi kepulauan yang sangat erat kaitannya dengan kemaritiman. Dengan raihan prestasi ini, setidaknya menunjukan bahwa pemuda-pemudi Bangka Belitung siap untuk mendukung Indonesia menjadi poros maritim dunia," kata Arinda kepada bangkapos.com, Kamis (4/10/2018).

Diakuinya untuk lolos seleksi memang tidak mudah, setidaknya finalis harus memiliki wawasan yang cukup tentang kemaritiman, memiliki inovasi dan pengalaman dalam kegiatan pengelolaan lingkungan hidup dan kawasan pesisir.

Selanjutnya, sebagai Duta Maritim Indonesia, Arinda akan menerapkan informasi dan wawasan kemaritiman yang telah didapat selama karantina di Bangka Belitung dan segudang agenda dan kegiatan kemaritiman telah dirancang untuk satu tahun ini.

"Saya akan berkoordinasi dengn pemda dan Lanal Babel serta persiapan menjadi wakil Indonesia dalam berbagai kegiatan kemaritiman," kata Arinda yang akrab disapa Inonng.

Muhammad Arinda Unigraha Utama putra asal Kabupaten Bangka yang menjadi Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saatdinobatkan sebagai Duta Maritim Indonesia 2018 oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arif Yahya pada malam penganugrahan dan grandfinal, Senin, (1/10/2018) di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata RI.
Muhammad Arinda Unigraha Utama putra asal Kabupaten Bangka yang menjadi Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saatdinobatkan sebagai Duta Maritim Indonesia 2018 oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arif Yahya pada malam penganugrahan dan grandfinal, Senin, (1/10/2018) di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata RI. (Istimewa)

Pemilihan Putera Puteri Maritim Indonesia 2018 ini digagaskan oleh Kementerian Koordinator Kemaritiman Republik Indonesia dan TNI AL bersama Yayasan Putera Puteri Maritim Indonesia.

Dalam penyelenggaraan tahun ke tiga ini, tersaring 64 finalis nasional yang menjadi perwakilan dari tiap-tiap provinsi setelah dilakukan seleksi dari ribuan pemuda-pemudi Indonesia.

Seluruh finalis kemudian menjalankan lendidikan dan pelatihan sebagai wahana karantina untuk meningkatkan wawasan dan ilmu tentang kemaritiman selama 10 hari yang dipusatkan di Markas Kopaska Lantamal III TNI AL, Pondok Dayung Jakarta pada tanggal 20 September hingga 1 Oktober 2018 lalu.

Selama masa diklat para peserta diberikan pemahaman dan materi terkait isu-isu kemaritiman dari berbagai kementerian dan lembaga seperti Kemenkomaritim RI, Kementerian Pariwisata, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementrian Komunikasi Informasi, Kementrian Kelautan dan Perikanan, Kepala Staf Angkatan Laut, KPK, BNN, GENPI, dan Yayasan Yang Tuah.

Selain itu para peserta juga diberi kesempatan untuk belajar di PUSHIDROSAL TNI AL, Berlayar bersama KRI Cirebon ke Pulau Untung Jawa untuk agenda pelepasan Tukik (anak Penyu) dan pengelolaan sampah Laut.

Para finalis juga dibekali dengan berbagai keterampilan seperti menembak, renang dan scuba diving di Mabes TNI AL, dayung, PBB, dan survival perairan, FGD, serta sambutan istimewa dari KASAL dalam coctail party di atas KRI Jhon Lie.

Tidak hanya menerima materi, selama karantina menurut Arinda para peserta juga berkompetisi untuk menjadi yang terbaik dalam kegiatan.

"Para peserta yang telah selesai mengikuti diklat akan langsung mendapat gelar Duta Maritim Indonesia 2018 dan bergabung dalam Paguyuban Putera Puteri Maritim Indonesia," kata Arinda.

Penulis: nurhayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved