Sebelum Divonis 5 Tahun dan Denda 1 Miliyar Karena Narkotika, Majelis Hakim Tegur Pihak Keluarga

Sipir tahanan menghampiri serta menegur pihak keluarga untuk diam dan keluar ruangan sidang.

Sebelum Divonis 5 Tahun dan Denda 1 Miliyar Karena Narkotika, Majelis Hakim Tegur Pihak Keluarga
Bangkapos/Yudha Palistian
Para terdakwa digiring oleh sipir menuju ruang tahanan sidang Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang. 

Laporan Wartawan Bangkapos, Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM -- Rikrus alias Rikki (37) harus tertunduk lesu saat Ketua Majelis Hakim memvonis hukuman penjara 5 setengah tahun dengan denda RP 1 Miliyar akibat mengkonsumsi, menjual dan menerima benda haram yakni narkotika jenis sabu, Kamis (4/10/2018).

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU), Habiba Hanum, menuntut dengan hukuman penjara yakni 6 tahun dengan denda Rp 1,5 Miliyar.

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim (I Nyoman Wiguna) dan Hakim Anggota (Hotma Sipahutar dan Iwan Gunawan) diruang sidang Tirta Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang, turut mengetuk palu dengan keras sebelum putusan dibacakan, karena pihak keluarga ricuh mengobrol satu sama lain sebelum sidang putusan dimulai.

"Mohon, penonton sidang harap tenang. Ini mau pembacaan putusan, jika ingin mengobrol diluar ruangan saja," ucap I nyoman, seraya memukul palu dengan keras.

Tak lama sipir tahanan pun menghampiri serta menegur pihak keluarga untuk diam dan diharapakan untuk keluar ruangan sidang saja.

Sebelumnya, JPU (Habiba Hanum), membeberkan bahwa dalam bulan Mei tahun 2018, bertempat di Perkuburan Sentosa Jalan Bukit Abadi Kelurahan Semabung Baru Kecamatan Girimaya Kota Pangkalpinang.

Terdakwa menawarkan barang haram itu untuk dijual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I itu.

"Lalu Aparat Kepolisian Sat Narkoba Polres Pangkalpinang melakukan pengejaran dan penyergapan terhadap terdakwa, dan ditemukan satu buah tas warna hitam yang berisikan tiga paketbungkus plastik bening berisikan kristal warna putih yang diduga Narkotika golongan I," ujarnya.

Serta berat kotor (brutto) sebesar 3,02 gram, satu unit timbangan digital, dua bal plastik strip bening, satu buah pipet plastik yang digunakan untuk sendok sabu, satu buah kantong plastik assoi warna hitam, satu buah handphone merek Nokia warna Hitam dan uang tunai sebesar Rp 650 ribu.

Terdakwa mengatakn narkotika itu, diperoleh dari aming (belum tertangkap) dengan cara membeli sebanyak limagram seharga Rp 5 juta.

Kemudian narkotika jenis sabu tersebut sebagian telah dipergunakan sendiri dan setengahnya lagi telah dijual terdakwa kepada hendi, ari dan arif (masing-masing belum tertangkap).

Atas perbuatan terdakwa diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 114 ayat (1) Undang-undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Penulis: Yudha Palistian
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved