Ratna Sarumpaet Resmi Jadi Tahanan Polda Metro Jaya, Mengaku Belum Siap

Awak media yang menunggu pemeriksaannya, menyaksikan Ratna Sarumpaet sudah menggunakan baju tahanan.

Ratna Sarumpaet Resmi Jadi Tahanan Polda Metro Jaya, Mengaku Belum Siap
Rangga Gani/Grid.ID
Ratna Sarumpaet sudah resmi menjadi tahanan, pada Jumat (5/10/2018), sekira pukul 22.00 WIB. 

BANGKAPOS.COM  - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyampaikan bahwa Ratna Sarumpaet sudah resmi menjadi tahanan, pada Jumat (5/10/2018), sekira pukul 22.00 WIB.

Jeda 2 jam dari rilis penetapan sebagai tahanan Polda Metro Jaya, ibunda Atiqah Hasiholan itu keluar dari gedung Direktorat Kriminal Umum, setelah dilakukan BAP lanjutan.

Awak media yang menunggu pemeriksaannya, menyaksikan Ratna Sarumpaet sudah menggunakan baju tahanan.

Saat ditanyakan soal tanggapannya menjadi tahanan, Ratna Sarumpaet pun mengaku belum bisa menerima keadaan yang dihadapinya.

"Belum siap," ujar Ratna Sarumpaet sambil jalan menuju mobil.

Serta dirinya mengklaim, tidak membenarkan kabar tentang penggunaan biaya operasi sedot lemak menggunakan uang dari dana bantuan korban Danau Toba.

Ratna Sarumpaet, harus menghadapi masa tahanan 20 hari ke depan di rutan Polda Metro Jaya.

Alasan Ratna Sarumpaet Ditahan Polda Metro Jaya Menurut Pihak Polisi

Ratna Sarumpaet kini resmi menjadi tahanan Polda Metro Jaya.

Setelah dirinya ditangkap pada Kamis (4/10/2018) malam, di Bandara Soekarno-Hatta saat hendak terbang ke Cile. 

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, aktivis usia 70 tahun itu sudah menandatangani surat penahanan nomor SPH/925/10/2018 Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Hal itu membuat dirinya akan mendakam di penjara selama 20 hari ke depan, terhitung sejak kemarin. 

Ada beberapa alasan yang membuat ibunda Atiqah Hasiholan itu ditahan.

"Subjektivitas penyidik, jangan sampai melarikan diri, jangan sampai mengulangi perbuatan dan menghilangkan barang bukti," ujar Argo pada Jumat (5/10/2018) malam, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Ratna diduga melanggar, pasal 14 undang-undang nomor 1 tahun 46 tentang peraturan hukum pidana dan juga dengan undang-undang ITE pasal 28 juncto pasal 45 dengan ancaman 10 tahun penjara. (*)

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved