Inilah Perempuan Pertama yang Menjadi Direktur Bank di Arab Saudi

Lubna Al Olayan adalah perempuan pertama yang menjadi direktur bank di Arab Saudi.

Inilah Perempuan Pertama yang Menjadi Direktur Bank di Arab Saudi
bbc.com
Perempuan Pertama yang Menjadi Direktur Bank di Arab Saudi 

BANGKAPOS.COM - Lubna Al Olayan adalah perempuan pertama yang menjadi direktur bank di Arab Saudi.

Dilansir dari bbc.com (6/10/2018) Lubna Al Olayan akan memimpin bank yang dibentuk dari penggabungan Saudi British Bank dan Alawwal Bank.

Bank baru tersebut akan menjadi bank terbesar di Arab Saudi dengan modal sebesar 17, 2 miliar dolar Amerika atau setara dengan Rp 260.6 triliun.

Bank multinasional Inggris HSBC memiliki bagian dari penggabungan kedua bank ini.

Lubna Al Olayan
Lubna Al Olayan (www.arabianbusiness.com)

Baca: Waduh Mario Gomez Sebut Liga 1 Kotor dan Penuh Kecurangan, Benarkah Akan Pindah

Pemilihan Lubna Al Olayan oleh Kerajaan Saudi ini merupakan salah satu langkah dari liberalisasi peran perempuan dalam masyarakat yang tradisional dan konservatif.

Berdasarkan pengamatan Kerajaan Saudi, Olayan dinilai bisa menjadi pelopor para perempuan yang bekerja di sektor keuangan.

Berdasarkan Majalah Forbes, Lubna Olayan menduduki daftar teratas sebagai perempuan yang paling berpengaruh di TImur Tengah 2018.

Saat ini, Kerajaan Saudi sedang melakukan modernisasi kerajaan salah satunya dengan pemberdayaan perempuan Saudi.

Lubna al Olayan
Lubna al Olayan (www.albawaba.com)

Pemberdayaan perempuan Saudi ini dipandang sebagai kunci dari modernisasi dari Kerajaan Saudi.

Modernisasi Kerajaan Saudi yang dikenal dengan sebutan Saudi Vision 2030 ini dipimpin oleh Putra Mahkota Muhammad bin Salman.

Program Vision 2030 bertujuan untuk memodernisasi beberapa aspek di Saudi seperti diversifikasi ekonomi dari minyak dan membuka masyarakat Saudi

Baca: Mahfud MD Sebut Ini Potensi Jeratan Hukum untuk Prabowo yang Terjebak Kebohongan Ratna Sarumpaet

Lubna al Olayan
Lubna al Olayan (fortunedotcom)

Sebelumnya pada Juni 2018, otoritas Saudi secara resmi mencabut larangan mengemudi bagi perempuan.

Sebelum larangan mengemudi bagi perempuan ini dicabut, Saudi merupakan satu-satunya negara yang tidak memperbolehkan perempuan untuk mengemudi.

Pada 5 Juni 2018, 10 perempuan menjadi perempuan yang mempunyai surat izin mengemudi (SIM) setelah menukar SIM luar negeri mereka.

Otoritas Saudi mengatakan bahwa Kerajaan mengharapkan sekitar 2000 perempuan menerima lisensi mengemudi. (TribunTravel.com/GigihPrayitno)

Editor: zulkodri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved